Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Gangguan Kejiwaan Kambuh, Pria Bacok Ayah Kandung dan Dua Tetangga, 1 Tewas 2 Luka Berat

Agus Pramono • Selasa, 19 Mei 2026 | 19:08 WIB
Pelaku diduga alami gangguan jiwa bacok ayah dan tetangga diamankan.Facebook
Pelaku diduga alami gangguan jiwa bacok ayah dan tetangga diamankan.Facebook

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Aksi penganiayaan berdarah menggegerkan warga Desa Pakutik RT 001, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Selasa pagi (19/5/2026). Seorang pria berinisial L (41) diduga mengamuk dan membacok tiga orang menggunakan parang hingga satu korban meninggal dunia.

Mirisnya, korban pertama yang diserang merupakan ayah kandung pelaku sendiri.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 08.15 Wita dan kini ditangani jajaran Polsek Sungai Pinang.

Kapolres Banjar AKBP Fadli melalui Plt Kasi Humas Polres Banjar, Iptu Muhammad Rifani membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan pemberatan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di wilayah hukum Polsek Sungai Pinang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku pertama kali menyerang korban berinisial M yang merupakan ayah kandungnya sendiri. Korban dibacok menggunakan parang pada bagian belakang kepala sebelah kiri.

Setelah itu, pelaku mendatangi korban kedua berinisial S yang diduga merupakan tetangganya. Korban mengalami luka serius di bagian bahu, kepala, dan tangan akibat sabetan parang.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Tak berhenti di situ, pelaku kemudian masuk ke dalam rumah dan kembali menyerang korban ketiga berinisial Hj N. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka pada bagian leher dan tangan kiri dan kini masih menjalani perawatan.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku nekat melakukan aksi brutal tersebut karena merasa mendengar bisikan misterius yang memerintahkannya menyerang para korban.

“Pelaku merasa ada yang merasuki atau membisiki dirinya untuk membacok para korban,” ungkap Iptu Rifani.

Saat dimintai keterangan penyidik, pelaku juga sempat menyebut aksi itu dipicu “bisikan” yang didengarnya.

“Bisikan pak,” ucap pelaku kepada penyidik.

Polisi kini masih mendalami motif dan kondisi kejiwaan pelaku. 

Berdasarkan informasi sementara, L diduga memiliki riwayat gangguan jiwa dan pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.

“Benar, pelaku punya riwayat dari RSJ Sambang Lihum,” kata Rifani.

Usai kejadian, personel Polsek Sungai Pinang bersama warga bergerak cepat mengejar dan mengamankan pelaku yang sempat melarikan diri.

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap secara pasti latar belakang aksi yang menewaskan satu orang dan melukai dua korban lainnya tersebut.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#polsek sungai pinang #gangguan jiwa #aksi brutal #martapura #penganiayaan