Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Anggota DPRD Katingan Kecewa Berat! Hidran Gagal Fungsi, Kebakaran Kompleks Pasar Kasongan Tak Terkendali

Agus Pramono • Rabu, 28 Januari 2026 | 12:35 WIB
H Fahmi Fauzi dan kondisi kebakaran kompleks Pasar Kasongan.IG INFO KATINGAN
H Fahmi Fauzi dan kondisi kebakaran kompleks Pasar Kasongan.IG INFO KATINGAN

KASONGAN–Tidak berfungsinya fasilitas hidran di Kompleks Pasar Kasongan saat musibah kebakaran melanda, memicu kritik tajam dari kalangan legislatif.

Sistem instalasi pemadam kebakaran yang seharusnya menjadi sumber air utama untuk penanggulangan api cepat, justru tidak dapat diandalkan oleh petugas di lapangan. Hal itu membuat kobaran api tak terkendali lantaran tidak banyak tersedianya sumber air yang lebih dekat dari lokasi.

Akibatnya, proses pemadaman menjadi terhambat karena personel pemadam kebakaran kesulitan mendapatkan suplai air yang memadai di tengah situasi darurat.

Kebakaran hebat di kawasan padat penduduk di Jalan Bungai, RT 007 RW 004, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Minggu (25/1/2026) malam sampai Senin (26/1/2026) dini hari.Bupati Katingan, Saipul turut meninjau lokasi kebakaran. Pada kesempatan itu pihaknya langsung melakukan pendataan.

Ada 17 bangunan terdampak. Mulai dari kios, barak hingga Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Katingan, serta tiga ruangan kelas Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al Badar di Pasar Kasongan.

"Untuk data sementara yang kami himpun, ada sekitar 17 bangunan yang hangus terbakar. Data ini bisa saja berubah. Saat ini kami masih proses mengumpulkan data," ujarnya dikutip dari Antara.

Anggota DPRD Kabupaten Katingan H Fahmi Fauzi menyampaikan kekecewaan mendalam atas kondisi tersebut.

Berdasarkan pantauannya, macetnya aliran air dari PDAM yang didistribusikan ke wilayah seberang, termasuk komplek pasar, menjadi penyebab utama kegagalan fungsi hidran.

“Jika instalasi tersebut beroperasi dengan normal, petugas kita di lapangan akan lebih mudah mengamankan ketersediaan air guna meminimalisir dampak kerugian," kata Fahmi kepada Kalteng Pos, Selasa (27/1).

Politisi Partai Nasdem ini menilai bahwa kelancaran akses air sangat penting dalam menentukan kecepatan penanganan kebakaran. Menurutnya, jika sumber air tersedia secara instan melalui hidran, api tidak akan sempat menjalar lebih luas hingga menghanguskan banyak bangunan warga.

“Kejadian ini menjadi preseden buruk bagi manajemen fasilitas publik di kawasan padat penduduk. Terutama mengingat pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur dalam menghadapi bencana,” tuturnya.

Kekecewaan Fahmi kian beralasan mengingat saat ini wilayah tersebut sedang memasuki musim kemarau. Dimana sumber air alami sangat sulit didapatkan. Pemerintah daerah sedari awal membangun titik-titik hidran dengan tujuan khusus untuk proteksi kebakaran di lokasi yang rentan.

"Namun, tujuan strategis tersebut tidak tercapai akibat kendala distribusi teknis pada PDAM Katingan yang tidak optimal dalam menjaga layanan saat ini," sebutnya.

Fahmi yang juga merupakan warga setempat mendesak instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi air PDAM. "Kita berharap ada langkah konkret agar fasilitas keselamatan publik seperti hidran tidak lagi sekadar menjadi pajangan," pungkasnya. (eri/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#katingan #Pasar Kasongan #kebakaran pasar kasongan #kebakaran #kobaran api #bencana #sumber api #PDAM Katingan #Distribusi Air PDAM #fasilitas publik #hangus terbakar #hidran