KASONGAN - Menyikapi suhu udara yang meningkat signifikan, Bupati Katingan Saiful mewanti-wanti masyarakat akan bahaya Karhutla di tengah kondisi lahan yang mulai mengering.
Peringatan dini ini dikeluarkan sebagai langkah mitigasi agar cuaca panas ekstrem yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir tidak berujung pada bencana kebakaran hutan dan lahan yang meluas di wilayah Kabupaten Katingan.
“Kondisi cuaca seperti ini sangat rawan terjadi kebakaran. Oleh sebab itu, hal ini harus segera kita antisipasi bersama agar wilayah Katingan tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujar Saiful kepada Kalteng Pos, Rabu (28/1).
Orang nomor satu di Katingan ini juga mengingatkan bahwa koordinasi antar pihak, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, menjadi kunci utama dalam upaya mitigasi ini.
Selain imbauan secara lisan, Pemerintah Kabupaten Katingan juga menginstruksikan tim Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan bencana untuk mulai melakukan patroli rutin di area-area yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Masyarakat pun diminta untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat risiko perambatan api yang sulit dikendalikan di tengah tiupan angin kencang dan cuaca kering,” terangnya.
Oleh sebab itu melalui langkah preventif ini, diharapkan Kabupaten Katingan dapat mempertahankan status bebas kabut asap pada tahun 2026.
Saiful menegaskan bahwa perlindungan terhadap ekosistem lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan komitmen bersama seluruh warga Katingan demi menjaga kesehatan dan kelestarian alam di Bumi Penyang Hinje Simpei. (eri)
Editor : Ayu Oktaviana