Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jalan Rusak di Katingan Hulu Picu Amarah Warga, Pemerintah Dideadline 2x24 Jam, Berikut Ancamannya

Miftahul Ilma • Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB
Kondisi jalan rusak di Katingan Hulu.Facebook/Wawan Setiawan
Kondisi jalan rusak di Katingan Hulu.Facebook/Wawan Setiawan
 
 
KASONGAN – Kondisi jalan rusak parah di wilayah Katingan Hulu kembali memicu kemarahan warga. Keluhan tersebut ramai disuarakan di media sosial, salah satunya melalui unggahan warganet bernama Wawan Setiawan yang viral di grup Facebook Kabar Katingan yang diunggah Jumat (17/4/2026). 
 
Dalam unggahan itu, seorang warga menyoroti kondisi jalan yang disebut sudah tidak layak dilalui. Ia menggambarkan jalan dipenuhi lumpur, tanjakan curam, hingga menyerupai kubangan yang membahayakan pengendara.
 
“Akibat jalan yang hancur sekali, naik bukit turun bukit, jalan kaya lumpur, jalan kaya kubangan sapi, jalan super duper hancur sekali,” tulisnya.
 
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah menimbulkan insiden di lapangan, meski belum menimbulkan korban jiwa.
 
“Ini kasihan lo salah satu masyarakat dari Tumbang Labaning jadi korban kendaraannya terguling-guling serta terbakar mobilnya. Untuk informasi tidak terjadi korban jiwa. Apa harus ada korban jiwa baru tergerak hati kalian untuk membersihkannya,” katanya. 
 
Warga tersebut juga mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap janji pembangunan infrastruktur. Ia menilai alasan teknis seperti kewenangan jalan provinsi maupun efisiensi anggaran tidak seharusnya menghambat perbaikan.
 
“Apa kalian lupa dengan janji-janji politik selama ini? mana keberpihakan sama rakyat,” sambungnya. 
 
Tak hanya itu, ia bahkan memberikan ultimatum kepada pemerintah agar segera merespons dalam waktu dua hari.
 
“Saya beri waktu 2x24 jam apabila tidak ada tanggapan untuk perbaikan, jangan salahkan jika saya kumpulkan masyarakat untuk melakukan aksi damai,” ucapnya. 
 
Unggahan tersebut langsung diserbu komentar warganet. Banyak yang mengaku senasib dan ikut meluapkan kekecewaan terhadap kondisi jalan yang dinilai dibiarkan terlalu lama.
 
“Pajaknya buat memperkaya pejabat saja,” tulis akun Adri An.
 
“Lebih baik lapor anggota DPR, tapi ujung-ujungnya hanya dibahas tanpa solusi,” komentar Dhidi Jayadi.
 
“Semua jalan di Kalimantan hampir sama, rusak dan tidak ada yang bertanggung jawab,” ujar Yu Yun.
 
“Kalau begini terus, kompak saja tidak bayar pajak,” tulis Jontro Kijon.
 
“Satu komando demo biar pejabatnya tidak tidur,” tambah Ari Dwiyono.
 
Kritik juga diarahkan pada janji politik yang dianggap hanya manis saat kampanye.
 
Sejumlah warganet mengaku sudah jenuh dengan janji yang tidak terealisasi.
 
“Kami sudah bosan dengar janji kampanye. Setelah terpilih, jalan tetap hancur,” tulis Karlino.
 
“Menunggu kepastian sampai kapan? Tidak ada kejelasan,” ujar Mita Aprilia.
 
Sebagian warganet juga menduga keterbatasan anggaran menjadi penyebab lambannya perbaikan. Namun, mereka tetap menilai pemerintah harus mencari solusi konkret.
 
“Mungkin dana dipangkas, tapi tetap harus ada perhatian untuk jalan rusak,” tulis Simpei Katingan Tumbang Samba.
 
Di sisi lain, muncul juga usulan agar masyarakat bergerak secara mandiri jika perbaikan tak kunjung dilakukan.
 
“Kalau tidak diperbaiki, lebih baik swadaya saja, beli pasir atau koral untuk menimbun jalan,” tulis Bappa Radil.(*)
Editor : Ayu Oktaviana
#jalan katingan hulu rusak parah #Katingan hulu #jalan rusak #jalan berlumpur