Warga Keluhkan Truk Batu Bara Lalu-Lalang, Jalan Tumbang Samba-Cempaga Kian Rusak

Agus Pramono • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Truk bermuatan batu bara di Katingan.(Screenshoot)
Truk bermuatan batu bara di Katingan.(Screenshoot)

 

KASONGAN-Aktivitas truk pengangkut batu bara yang melintasi jalan provinsi dan nasional dari kawasan Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, menuju Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dikeluhkan warga.

Truk-truk bertonase besar disebut melintas sepanjang hari dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut dinilai warga turut memperberat kerusakan sejumlah titik jalan yang menjadi jalur angkutan.

Rian, salah seorang warga kepada kaltengpos.jawapos.com mengatakan lalu-lalang truk pengangkut batu bara berlangsung setiap hari tanpa mengenal waktu. Menurutnya, kendaraan bertonase besar tersebut dapat ditemukan melintas selama 24 jam.

“Biasanya melintas jam berapa tidak kenal. 1x24 jam setiap hari,” kata Rian, Minggu (9/8/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan, puluhan unit truk besar roda 10 disebut melintas setiap hari di ruas Tumbang Samba menuju wilayah Sampit. Warga juga menduga sebagian kendaraan mengangkut muatan hingga sekitar 40 ton.

Jalan Berlubang hingga Jembatan Rusak

Warga menyebut dampak aktivitas kendaraan berat mulai terlihat di sejumlah titik ruas jalan.
Lubang-lubang bermunculan, sementara beberapa bagian badan jalan mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut disebut semakin terasa di ruas sekitar kilometer 30 dari Tumbang Samba menuju arah Sampit.

Tak hanya badan jalan, warga juga mengeluhkan kondisi sejumlah jembatan dan gorong-gorong yang mulai mengalami kerusakan. Bahkan, terdapat bagian jembatan yang disebut mengalami kerusakan hingga jebol.

“Dari KM 30 simpang Samba ke Sampit, sampai Pelantaran dan Sampit, tempat pembongkaran di Sungai Paring, banyak jalan hancur parah,” keluh warga.

Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Perusahaan

Selain kondisi jalan, warga juga mempertanyakan aktivitas perusahaan yang diduga berkaitan dengan pengangkutan batu bara tersebut.

Informasi yang beredar di masyarakat menyebut aktivitas angkutan tersebut berkaitan dengan perusahaan. 

Warga mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab perusahaan terhadap kondisi infrastruktur yang digunakan kendaraan pengangkut batu bara.

Apalagi, jika benar kendaraan berat melintas dengan intensitas tinggi dan membawa muatan melebihi kapasitas yang diperbolehkan, kondisi tersebut dinilai perlu mendapat pemeriksaan dari instansi berwenang.

Pengawasan Angkutan Batu Bara Dipertanyakan

Warga juga mempertanyakan pengawasan terhadap kendaraan pengangkut batu bara yang melintas di wilayah Katingan.

Mereka berharap petugas terkait melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan kendaraan, berat muatan, dokumen angkutan, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan ketentuan penggunaan jalan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Katingan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta instansi teknis terkait segera turun ke lapangan.

Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan kondisi ruas Tumbang Samba-Kotim, termasuk titik-titik jalan berlubang, jembatan, dan gorong-gorong yang dilaporkan mengalami kerusakan.

Selain itu, warga meminta pemerintah mengecek secara langsung aktivitas truk pengangkut batu bara, termasuk jumlah kendaraan yang beroperasi, kapasitas muatan, rute yang digunakan, serta legalitas dan perizinannya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
batu bara katingan Hauling batu bara jalan provinsi tumbang samba