Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Vaksin DBD Belum Masuk Program Imunisasi Nasional, Namun Warga Bisa Mendapatkannya di Kalteng, Berikut Petunjuknya

Agus Pramono • Kamis, 16 Oktober 2025 | 10:50 WIB
Ilustrasi nyamuk. VIRROYANNIZZA/KALTENG POS
Ilustrasi nyamuk. VIRROYANNIZZA/KALTENG POS

 

PALANGKA RAYA-DBD di Kalteng memang masih menjadi ancaman. Ada 661 kasus selama tahun 2025. Meski demikian, ada cara untuk mengantisipasi terkena penyakit mematikan itu selain menjaga pola hidup bersih.

Vaksin DBD sudah tersedia di Kalteng. Namun, belum termasuk dalam program imunisasi wajib Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga belum tersedia secara massal di fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah daerah.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, dr. Suyuti Syamsul.

Menurutnya, Pemprov Kalteng belum menjalankan program imunisasi DBD karena vaksin tersebut tidak masuk ke dalam kategori imunisasi nasional yang diwajibkan pemerintah.

“Kita belum punya program imunisasi DBD karena tidak termasuk program imunisasi wajib,” jelas Suyuti.

Meski demikian, vaksinasi DBD tetap bisa diakses masyarakat melalui jalur swasta. Beberapa klinik swasta maupun praktik dokter mandiri sudah menyediakan layanan vaksin DBD.

“Seharusnya vaksin bisa mengurangi risiko terkena DBD. Banyak klinik swasta atau dokter praktik yang bisa membantu pemberian vaksin ini,” kata Suyuti.

Terkait teknis pemberian, ia menjelaskan bahwa vaksin DBD umumnya dilakukan sebanyak dua kali. Namun detail teknis pemberiannya, seperti kategori usia dan jarak waktu antar dosis, sebaiknya dikonsultasikan langsung dengan tenaga medis yang berkompeten.

Meskipun vaksin sudah tersedia, Dinas Kesehatan tetap mengingatkan bahwa pencegahan utama DBD masih mengandalkan pola hidup bersih dan sehat.

Upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tetap menjadi kunci utama.

“Vaksin bisa jadi salah satu pilihan, tetapi jangan lupakan pencegahan lingkungan. Pemberantasan sarang nyamuk tetap yang paling utama,” ujarnya.

Petunjuk Penggunaan Vaksin Demam Berdarah

Vaksin demam berdarah dengue bisa diberikan kepada anak-anak maupun orang dewasa, tepatnya usia 6–45 tahun. Vaksin ini juga boleh diberikan pada orang yang sudah maupun belum pernah mengalami DBD.

Berikut ini adalah dosis dan petunjuk pemakaian vaksin demam berdarah:

• Dosis vaksin diberikan 2 kali, masing-masing sebanyak 0,5 ml dengan jarak waktu penyuntikan selama 3 bulan.

• Bila pemberian vaksin tertunda, dibutuhkan konsultasi dokter untuk menentukan penggantian jadwal.

• Vaksin demam berdarah diberikan dengan cara disuntikkan ke jaringan lemak di bawah kulit.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bukit Hindu, Helyana menyebut, untuk penyakit DBD masih ditemukan sejumlah kasus. Pada September 2025, tercatat ada lima kasus baru sehingga total sejak Januari hingga September mencapai 12 kasus.

Menurut Helyana, setiap laporan kasus DBD dari rumah sakit segera ditindaklanjuti oleh petugas surveillance puskesmas. Pemeriksaan dilakukan langsung ke lingkungan tempat tinggal maupun aktivitas sehari-hari pasien.

“Kalau ada laporan kasus DBD, petugas surveillance langsung turun. Mereka cek rumahnya, lingkungannya, bahkan sampai ke tempat kerja atau sekolah pasien untuk memastikan apakah ada jentik nyamuk di sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan, fogging tidak serta-merta dilakukan pada setiap kasus DBD. Ada prosedur khusus yang menjadi acuan.

“Fogging hanya dilakukan bila memenuhi kriteria, misalnya ada satu kasus dengan kematian atau ditemukan lebih dari satu kasus di lokasi yang sama. Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentiknya tetap berkembang,” tegasnya.

Helyana mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, terutama di musim hujan yang rawan kasus DBD.

“Kalau ada gejala demam tinggi, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu sampai parah,” pesannya. (zia/*rif/ala)

Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. M Thomesen Nias, dr. Yudika Dian K. Gulo, saat menyampaikan representasinya dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik yang digelar di aula rumah sakit, Jumat lalu.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. M Thomesen Nias, dr. Yudika Dian K. Gulo, saat menyampaikan representasinya dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik yang digelar di aula rumah sakit, Jumat lalu.
Editor : Ayu Oktaviana
#dbd #penyakit mematikan #musim hujan #Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah #imunisasi nasional #pemberantasan sarang nyamuk #vaksin #vaksin demam berdarah #tenaga medis #fogging #pola hidup bersih dan sehat #Penyakit DBD #layanan kesehatan #demam berdarah