BERSIN merupakan mekanisme pertahanan alami tubuh berupa refleks kuat yang bertujuan membersihkan saluran pernapasan dari iritan atau partikel asing, seperti debu dan kuman.
Proses ini dipicu oleh rangsangan pada lapisan dalam hidung yang kemudian mengirim sinyal ke otak, memicu kontraksi serentak pada otot dada, perut, diafragma, dan tenggorokan.
Umumnya didahului dengan refleks mirip menguap, bersin melepaskan hembusan udara yang sangat kuat—mencapai kecepatan hingga 160 km/jam.
Menurut data dari Alodokter, satu kali bersin berpotensi menyebarkan lebih dari 100 ribu kuman dan virus ke udara, termasuk virus menular seperti Influenza dan Corona.
Baca Juga: Tidur Nyenyak Tanpa Gangguan! 3 Tips Ampuh Atasi Asam Lambung Naik Saat Malam Hari
Bersin umumnya muncul secara spontan dan sulit dikendalikan, sehingga jauh lebih baik jika tidak ditahan. Meski begitu, sebagian orang memilih menahannya demi menjaga kenyamanan lingkungan sekitar, terutama di tempat umum.
Namun, perlu diketahui bahwa menahan bersin justru dapat membawa efek negatif bagi kesehatan.
Dikarenakan bersin berfungsi untuk mengeluarkan kotoran seperti bakteri dan virus, jika kamu menahannya maka sumber penyakit tersebut akan masuk dan terdorong ke dalam tubuh.
Melansir dari Jawapos.com, berikut ini beberapa dampak negatifnya jika seseorang menahan bersinnya.
1. Memecahkan Pembuluh Darah
Sering menahan bersin bisa menyebabkan pembuluh darah kecil di area hidung, mata, dan gendang telinga mengalami tekanan berlebih hingga pecah. Walaupun kondisi ini jarang terjadi, dampaknya dapat memunculkan berbagai keluhan, termasuk mata yang tampak kemerahan.
2. Risiko Gendang Telinga Pecah
Saat bersin ditahan, tekanan dalam tuba eustachius meningkat dan mendorong gendang telinga dengan kuat. Hal ini terjadi karena saluran telinga, hidung, dan tenggorokan yang saling terhubung. Tekanan berlebihan inilah yang dapat menyebabkan gendang telinga pecah.
Baca Juga: 5 Poin Penting Pertolongan Pertama Saat Seseorang Kesetrum Listrik
3. Infeksi Telinga Bagian Tengah
Menahan bersin dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada telinga bagian tengah. Bersin seharusnya membantu mengeluarkan kuman atau partikel asing dari tubuh. Namun, bersin yang ditahan justru dapat mendorong kuman tersebut kembali ke dalam dan jika kuman masuk ke saluran telinga, infeksi pun dapat muncul.
4. Cedera pada Diafragma
Ketika bersin sering ditahan, udara bertekanan tinggi dapat terjebak di area diafragma yang berpotensi memicu terjadinya kolaps paru-paru. Kondisi ini bisa sangat berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera.
5. Kerusakan di Tenggorokan
Menahan bersin terlalu sering bisa menyebabkan cedera pada tenggorokan. Tekanan udara yang sangat kuat saat bersin tertahan dapat merusak jaringan di area mulut dan tenggorokan. Meskipun kasusnya jarang, risiko ini tetap dapat dialami oleh siapa saja. (*)