Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik

Waspada Formalin: Tips Lindungi Diri dari Bahan Pengawet Berbahaya

Kiki KaltengPos • Rabu, 10 Desember 2025 | 17:05 WIB
ILUSTRASI : Seorang pria berbelanja di supermarket. FREEPIK
ILUSTRASI : Seorang pria berbelanja di supermarket. FREEPIK

KALTENG POS - Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) bersama Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperin) Kota Palangka Raya menemukan adanya bahan berbahaya, yakni formalin, pada produk makanan laut.

Formalin terdeteksi pada ikan teri dan baby cumi yang dijual di empat pasar tradisional di kota Palangka Raya. Temuan ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya paparan zat kimia beracun yang sering disalahgunakan sebagai pengawet makanan.

Paparan formalin, bahkan dalam dosis rendah sekalipun, dapat menimbulkan masalah kesehatan serius, mulai dari iritasi hingga risiko kanker dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara melindungi diri dan keluarga dari bahaya formalin pada makanan.

Baca Juga: Temuan Ikan Teri dan Baby Cumi Mengandung Formalin di Palangka Raya, Pedagang Terancam Pidana Jika Bandel

Tips Praktis Menghindari Makanan yang Mengandung Formalin, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan saat berbelanja untuk mengidentifikasi dan menghindari bahan makanan yang dicurigai mengandung formalin:

1. Perhatikan Ciri Fisik Makanan

Formalin dapat mengubah karakteristik alami makanan. Contohnya daging dan ayam yang mengandung Formalin dapat diketahui dari penampakannya terlihat sangat segar dan tidak dihinggapi lalat.

2. Lakukan Uji Sederhana di Rumah

Jika masih ragu, Anda bisa melakukan uji sederhana sebelum mengonsumsi bahan makanan tersebut. Cuci bahan makanan (seperti sayuran, ikan, atau tahu) dengan air mengalir. Kemudian, rendam dalam air hangat bercampur garam atau cuka selama sekitar 15-30 menit.

Formalin bersifat larut dalam air. Proses ini dapat membantu mengurangi residu formalin pada permukaan bahan makanan.

Kemudian bisa juga melakukan uji pemanasan/Perebusan. Formalin akan menguap saat dipanaskan. pada saat merebus, perhatikan bau uap airnya. Jika tercium bau tajam seperti bahan kimia atau obat-obatan, segera buang air rebusan.

Baca Juga: Awas Kanker! Bahaya Formalin dalam Makanan dan Cara Mengenalinya

3. Pilih Tempat Pembelian yang Terpercaya

Beli di Pasar Modern atau Supermarket Terverifikasi. Meskipun tidak menjamin 100% bebas formalin, tempat-tempat ini umumnya memiliki rantai pasok yang lebih terkontrol dan sering diawasi.

Pilihan lain bisa Beli dari pedagang yang Anda kenal dan percayai serta yang menjaga kebersihan dan kualitas produknya. Perhatikan Cara Penyimpanan, Pedagang yang baik akan menyimpan bahan makanan, terutama produk laut dan daging, di tempat pendingin atau es untuk menjaga kesegarannya secara alami, bukan hanya mengandalkan bahan pengawet.

4. Tingkatkan Kesadaran dan Laporkan

Edukasi diri sendiri dan Keluarga, agar selalu tetap waspada terhadap ciri-ciri makanan berformalin.

Jika Anda mencurigai adanya produk makanan yang mengandung formalin, jangan ragu untuk melaporkannya ke pihak berwenang seperti BBPOM setempat atau Dinas Kesehatan/Disdagperin agar dapat ditindaklanjuti. (*)

Editor : Kiki Rizqie
#palangka raya #Baby Cumi #formalin #teri #bbpom #tips lindungi diri