Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Ibu dan Anak Jadi Kelompok Paling Rentan Superflu, Begini Cara Melindungi Keluarga Anda

Kiki KaltengPos • Jumat, 2 Januari 2026 | 09:15 WIB
ILUSTRASI : . Mayoritas kasus Superflu terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak. FREEPIK
ILUSTRASI : . Mayoritas kasus Superflu terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak. FREEPIK

KALTENG POS - Menyusul lonjakan kasus influenza A(H3) di Amerika Serikat sejak akhir tahun lalu, Kemenkes RI memberikan penjelasan terkait keberadaan subclade K di tanah air.

Varian yang pertama kali diidentifikasi oleh CDC AS pada Agustus 2025 ini tercatat telah menyebar di puluhan negara, namun situasi di Indonesia hingga saat ini ditegaskan masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.

Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr. Prima.

Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan di sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025.

Meskipun influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus influenza di negara-negara tersebut menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

Di Indonesia, hasil surveilans juga menunjukkan bahwa influenza A(H3) merupakan varian dominan. Tren kasus influenza nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelasnya.

Di kawasan Asia, superflu telah ditemukan di sejumlah negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025. Meski superflu menjadi varian dominan, tren kasus di negara-negara tersebut justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi influenza sesuai dinamika yang ada.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sehingga menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan.

Terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Penggunaan Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#Influenza A H3N2 subclade K #influenza #gejala influenza #batuk #tiongkok #Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS #amerika serikat #kemenkes ri #musim dingin #Subclade K #Whole Genome Sequencing #vaksin influenza #jawa timur #kalimantan selatan #who #influenza a #flu musiman #pelayanan kesehatan