PALANGKA RAYA – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menaruh perhatian serius terhadap lonjakan angka stunting di Kabupaten Kapuas.
Hal itu mengemuka saat kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kapuas, guna meninjau langsung pelayanan kesehatan, sekaligus membahas persoalan strategis di daerah tersebut.
Kunjungan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, bersama rombongan yang turut didampingi tim Dinkes Provinsi Kalteng di bawah koordinasi Edy Kelana.
Kehadiran mereka disambut Kepala Dinkes Kapuas, dr Agus Waluyo serta Direktur RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr Delianae bersama jajaran tenaga kesehatan.
Dalam pertemuan tersebut, dewan tidak hanya mengevaluasi pelayanan kesehatan, tetapi juga menggali solusi konkret, terkait penanganan stunting dan jaminan kesehatan masyarakat di Kapuas.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Nyelong Inga Simon, menegaskan penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan program bantuan makanan tambahan. Menurutnya, intervensi harus menyasar akar persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Intervensi harus difokuskan pada pemenuhan gizi ibu hamil serta perbaikan sanitasi lingkungan, sehingga upaya pencegahan bisa lebih efektif,” tegasnya, Jumat (24/4/2026).
Nyelong mengungkapkan, kenaikan angka stunting di Kapuas dari 16,2 persen pada 2023 menjadi 22,5 persen pada 2024, merupakan sinyal perlunya langkah cepat dan terukur. Kondisi ini, dinilai membutuhkan kerja sama lintas sektor agar penanganan dapat berjalan optimal.
Nyelong juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan masyarakat hingga ke tingkat desa. Dengan sinergi tersebut, program pencegahan stunting diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara menyeluruh.
Melalui kunjungan ini, DPRD Kalteng berharap, kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kapuas terus meningkat, sekaligus mendorong penanganan stunting dilakukan lebih maksimal dan berkelanjutan.(*)
Editor : Agus Pramono