Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Dokter Ungkap Alasan Dosis Obat Hipertensi Tidak Bisa Langsung Tinggi

Agus Pramono • Senin, 25 Mei 2026 | 07:35 WIB
EDUKASI : Pengabdian Masyarakat di Desa Tumbang Liting oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Palangka Raya terkait edukasi kesehatan bagi perawatan lansia hipertensi secara mandiri, beberapa waktu lalu. FOTO DOKUMEN
Edukasi kesehatan bagi perawatan lansia hipertensi secara mandiri.Dok Kalteng Pos

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Tidak sedikit pasien hipertensi yang menginginkan tekanan darahnya segera normal dalam waktu singkat.

Akibatnya, sebagian orang beranggapan dosis obat yang tinggi akan memberikan hasil yang lebih cepat.

-------

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah di pembuluh arteri terus-menerus berada di atas batas normal, yaitu ≥140/90 mmHg pada pengukuran berulang menurut https://poltekkeskutaikartanegara.org.

Orang sering menyebutnya "darah tinggi". Bedanya sama tekanan darah biasa, hipertensi itu kondisinya sudah kronis dan nggak turun-turun tanpa penanganan.

------

Namun anggapan tersebut dibantah oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Sukamto Koesnoe. Menurutnya, pemberian obat hipertensi harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan respons tubuh pasien.

Ia menjelaskan bahwa dokter biasanya memulai terapi dengan dosis rendah terlebih dahulu. Setelah itu dilakukan evaluasi berkala untuk melihat efektivitas pengobatan dan kemungkinan munculnya efek samping.

"Dosisnya harus dititrasi, artinya dimulai dari dosis rendah lalu disesuaikan secara bertahap berdasarkan respons tubuh pasien," jelasnya.

Pendekatan tersebut bertujuan agar tekanan darah dapat turun secara aman tanpa menimbulkan gangguan kesehatan lainnya. Sebab setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap obat yang diberikan.

Apabila dosis terlalu tinggi sejak awal, pasien berisiko mengalami tekanan darah rendah, pusing, lemas, hingga gangguan fungsi organ tertentu.

Karena itu, penyesuaian dosis tidak boleh dilakukan sendiri oleh pasien. Semua perubahan terapi harus melalui pemantauan dokter agar hasil pengobatan lebih optimal.

Dr. Sukamto menegaskan bahwa keberhasilan pengobatan hipertensi tidak hanya ditentukan oleh jenis obat, tetapi juga kedisiplinan pasien dalam menjalani kontrol rutin dan mengikuti anjuran medis.(*)

 

Editor : Agus Pramono
#pasien hipertensi #hipertensi #obat hipertensi