Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Raditya Dika Idap Penyakit Autoimun, Apa Itu?

Ayu Oktaviana • Senin, 25 Mei 2026 | 10:40 WIB
Podcast Raditya Dika bersama dr Gia Pratama tentang autoimun.
Podcast Raditya Dika bersama dr Gia Pratama tentang autoimun.

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Dalam obrolannya di podcast bersama Dokter Gia Pratama, Raditya Dika nyeletuk bahwa ia sangat akrab dengan autoimun.

Penyakit itu mengharuskan sang komika itu untuk berobat rutin ke rumah sakit di Singapura untuk kontrol rutin kesehatannya. Ia mengaku autoimun berpengaruh ke kulit dan rasa pegal di sendi-sendinya.

Karena mengidap autoimun, ia mengubah gaya hidupnya dengan menjaga pola makan dan olahraga yang tepat. Penulis buku Marmut Merah Jambu itu juga menyampaikan bahwa ia tak berlarut dengan penyakitnya dan beraktivitas seperti biasa.

Bagi sebagian pengidapnya, autoimun menimbulkan gejala yang menganggu dan sebagian lagi biasa saja. Bahkan beberapa gejalanya seperti gejala penyakit yang umum dirasakan, seperti pegal pada sendi dan ruam pada kulit.

Apa itu autoimun?

Menurut Dokter Gia Pratama, penyakit autoimun adalah penyakit yang menyerang kekebalan tubuh. Banyak hal yang akan timbul jika terserang autoimun.

“Autoimun ini kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel baik dalam tubuh. Dia terlalu baik sehingga menganggap sel lainnya adalah ancaman,” ungkapnya.

Mengutip https://poltekkesbandung.ac.id/, autoimun dapat diartikan pada kondisi tertentu, imun tubuh tidak dapat mengenali sel dan jaringannya sendiri.

Tercatat ada 80 jenis penyakit autoimun dengan gejala yang serupa.

Berikut beberapa gangguan autoimun;

  1. Diabetes tipe 1: Pankreas menghasilkan insulin yang membantu mengatur gula darah. Pada pengidap diabetes tipe 1, system kekebalan tubuh menghancurkan hormon insulin yang diproduksi oleh pancreas.
  2. Artritis rheumatoid: System kekebalan tubuh menyerang persendian.
  3. Psoriasis: Psoriaris adalah sel kulit yang tumbuh dan kemudian rontok. Gangguan ini menyebabkan sel kulit muncul dengan cepat. Sel-sel yang tumbuh menumpuk dan bisa meradang. Cirinya tampak berwarna merah dan putih seperti sisik.
  4. Multiple sclerosis: Gangguan ini merusak pelindung yang mengelilingi sel saraf pada system saraf pusat. Hal ini memperlambat transmisi pesan antara otak dan sumsum tulang belakang ke tubuh.
  5. Lupus: Berbeda dari gangguan lainnya, lupus bisa menyerang multiorgan secara bersamaan seperti: sendi, ginjal, otak dan jantung.
  6. Addison: Gangguan yang mempengaruhi kelenjar adrenal, menghasilkan kortisol dan aldosterone serta hormon androgen.
  7. Penyakit graves: Penyakit ini menyerang kelenjar tiroid di leher akibat terlalu banyak memproduksi hormon.  

Faktor penyebab autoimun

Dokter Gia Pratama menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada penyebab spesifik penyakit autoimun. Namun ada berapa faktor yang menyebabkan seseorang mengidap autoimun.

  1. Genetik atau keturunan: Genetik merupakan factor utama penyakit autoimun.
  2. Lingkungan yang terpapar zat tertentu: Zat seperti asbes, merkuri, perak, emas serta pola hidup yang berantakan menjadi factor memicu autoimun.
  3. Perubahan hormon: Penyakit autoimun sering menyerang ibu setelah persalinan. Perubahan hormon memiliki korelasi dengan penyakit autoimun.
  4. Infeksi: Autoimun menimbulkan peradangan. Infeksi oleh bakteri dan virus menyebakan radang pada pengidap autoimun.
  5. Jenis kelamin: Tiga perempat orang yang mengidap autoimun adalah wanita. Secara umum lebih berisiko mengalami autoimun dibandingkan pria.
Editor : Ayu Oktaviana
#Gia Pratama #diabetes #raditya dika #autoimun #insulin