KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Kebiasaan tidur larut malam ternyata bukan hanya membuat tubuh lemas keesokan harinya.
Di balik jam tidur yang berantakan, ada dampak lain yang sering tidak disadari, yakni emosi yang menjadi lebih mudah meledak. Kunjungi laman https://poltekkestanatidung.org untuk dapat informasi kesehatan
Dokter dan edukator kesehatan dr Adam Prabata mengungkapkan kurang tidur memiliki hubungan kuat dengan kecenderungan seseorang menjadi mudah marah dan agresif.
“Gua mulai rutin tidur malam minimal 7 jam bukan karena pengen produktif, tapi supaya gak marah-marah,” ujarnya mengutip cuitannya di X (Twitter), Senin (25/5/2026).
Dr Adam mengatakan pernyataan itu didasarkan pada systematic review dan meta-analysis dalam jurnal Sleep Medicine Reviews yang menganalisis 60 penelitian terkait durasi tidur dan perilaku agresif.
Dalam beberapa studi, peserta yang sengaja dibatasi tidurnya hanya 4–6 jam per malam mengalami peningkatan amarah, impulsivitas dan reaktivitas emosi.
“Bukan karena mereka orangnya pemarah, melainkan karena otaknya lagi capek,” jelasnya.
Menurut dr Adam, kurang tidur membuat hormon stres meningkat dan mengganggu bagian otak yang bertugas mengontrol emosi. Akibatnya seseorang menjadi lebih sensitif dan mudah tersulut. (*)
Editor : Agus Pramono