Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sudah Tahu? Metode Tidur 3-2-1 Bantu Tubuh Tidur Lebih Nyenyak

Agus Pramono • Selasa, 26 Mei 2026 | 08:30 WIB

 

ILUSTRASI : Bahaya tidur setelah makan sahur. FREEPIK
 Metode tidur. Freepik

 KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Sulit tidur nyenyak menjadi masalah yang diam-diam dialami banyak orang. Tubuh terasa lemas saat bangun pagi, kepala sulit fokus, hingga emosi lebih mudah naik meski waktu tidur terlihat cukup.

Kondisi itu ternyata sering dipicu kebiasaan kecil yang dilakukan menjelang malam tanpa disadari.

Belakangan, metode tidur 3-2-1 mulai ramai dibicarakan karena dinilai mampu membantu tubuh lebih rileks sebelum beristirahat.

Pola ini dianggap sederhana karena hanya mengatur kebiasaan beberapa jam sebelum tidur, namun dampaknya disebut cukup besar terhadap kualitas istirahat.

Metode tersebut diperkenalkan sebagai pola persiapan tidur agar tubuh dan otak tidak dipaksa langsung berhenti setelah beraktivitas seharian penuh. Dengan ritme yang lebih tenang, tubuh dinilai lebih mudah memasuki fase tidur dalam.

Pola 3-2-1 membagi waktu menjelang tidur menjadi tiga tahapan utama, mulai dari mengatur pola makan hingga membatasi penggunaan gawai.

1. Tiga Jam Sebelum Tidur Hindari Makan Berat dan Alkohol

Tahapan pertama dimulai tiga jam sebelum waktu tidur. Pada fase ini, melansir https://poltekkestanjungselor.org seseorang dianjurkan menghentikan konsumsi makanan berat maupun minuman beralkohol.

Pakar kesehatan tidur Erica Huss menjelaskan, alkohol memang bisa membuat seseorang cepat mengantuk, namun justru mengganggu kualitas tidur sepanjang malam.

“Alkohol dapat memicu gangguan metabolisme tubuh, meningkatkan gula darah, bahkan membuat seseorang terbangun di tengah malam dengan detak jantung lebih cepat,” jelasnya seperti dikutip dari Real Simple, Senin (25/5/2026). 

Selain alkohol, makanan berat juga membuat sistem pencernaan terus bekerja saat tubuh seharusnya mulai beristirahat. Akibatnya, tidur menjadi tidak nyaman dan tubuh sulit benar-benar rileks.

Sebagai alternatif, seseorang disarankan memilih camilan ringan seperti biskuit gandum, keju, atau selai kacang. Kombinasi karbohidrat kompleks dan protein ringan dinilai membantu menjaga kestabilan gula darah selama tidur.

2. Dua Jam Sebelum Tidur Stop Aktivitas yang Membebani Pikiran

Memasuki dua jam sebelum tidur, aktivitas yang memicu stres mental sebaiknya mulai dihentikan. Pekerjaan kantor, tugas berat, hingga kebiasaan memikirkan pekerjaan disebut dapat membuat otak tetap berada dalam mode siaga.

Dokter sekaligus pakar tidur Angela Holliday-Bell menyebut otak memerlukan waktu transisi sebelum benar-benar masuk ke fase istirahat.

“Ketika seseorang terus bekerja atau memikirkan hal berat mendekati jam tidur, kadar hormon stres akan meningkat sehingga tubuh sulit rileks,” ujarnya.

Kondisi itu membuat seseorang lebih sulit tertidur dan kualitas tidur menjadi buruk meski durasinya panjang.

Sebagai gantinya, waktu dua jam terakhir sebelum tidur dianjurkan diisi dengan aktivitas yang lebih santai. Mulai dari mandi air hangat, peregangan ringan, berjalan santai, meditasi, hingga menulis jurnal harian.

Bahkan, kebiasaan sederhana seperti mengganti pakaian rumah dengan piyama juga dianggap membantu memberi sinyal pada tubuh bahwa waktu istirahat sudah dekat.

3. Satu Jam Sebelum Tidur Jauhkan Ponsel dan Redupkan Lampu

Tahapan terakhir dianggap paling sulit dilakukan banyak orang, yakni berhenti menatap layar satu jam sebelum tidur.

Cahaya biru dari ponsel, laptop, maupun televisi disebut dapat menghambat produksi melatonin, hormon alami yang membantu tubuh merasa mengantuk.

“Paparan cahaya biru membuat otak mengira tubuh masih berada di siang hari sehingga pelepasan melatonin tertunda,” terang Dr Holliday-Bell.

Karena itu, satu jam terakhir sebelum tidur dianjurkan benar-benar bebas dari layar elektronik. Aktivitas yang lebih menenangkan seperti membaca buku fisik, mendengarkan musik lembut, atau peregangan ringan dinilai jauh lebih baik.

Selain itu, pencahayaan ruangan juga dianjurkan mulai diredupkan agar tubuh lebih cepat beradaptasi menuju fase tidur.

 

Tubuh Lebih Mudah Mengenali Waktu Istirahat

Para ahli menilai kekuatan utama metode 3-2-1 terletak pada konsistensi. Ketika pola tersebut dilakukan rutin setiap hari, tubuh perlahan membentuk jam biologis yang lebih stabil.

Erica Huss mengatakan tubuh manusia menyukai rutinitas yang teratur. Dengan pola yang konsisten, otak akan lebih mudah mengenali kapan waktunya aktif dan kapan waktunya beristirahat.

Metode sederhana ini bahkan disebut dapat membantu seseorang bangun dalam kondisi lebih segar, pikiran lebih fokus, dan tubuh tidak mudah lelah saat beraktivitas keesokan harinya. (*)

Editor : Agus Pramono
#metode tidur #tips tidur nyenyak #kualitas tidur