KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Di balik berbagai manfaatnya, konsumsi daun kelor secara berlebihan ternyata juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping bagi kesehatan.
Para ahli mengingatkan bahwa penggunaan daun kelor, terutama dalam bentuk ekstrak atau bubuk dosis tinggi, perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan masalah kesehatan baru.
Berikut beberapa risiko yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi daun kelor secara rutin.
Gangguan Pencernaan
Efek samping yang paling sering muncul adalah gangguan pencernaan. Konsumsi berlebihan dapat memicu mulas, diare, kram perut, hingga rasa tidak nyaman pada lambung.
Kondisi ini terjadi karena daun kelor memiliki efek laksatif atau pencahar alami.
Risiko Gula Darah Terlalu Rendah
Daun kelor diketahui dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Namun jika dikonsumsi bersamaan dengan obat diabetes, efeknya bisa menjadi berlebihan dan menyebabkan hipoglikemia atau gula darah turun terlalu rendah.
Gejalanya antara lain pusing, tubuh lemas, berkeringat dingin, hingga sulit berkonsentrasi.
Tekanan Darah Bisa Turun Drastis
Selain gula darah, melansir https://poltekkesbanten.org khasiat daun kelor juga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Pada sebagian orang, terutama yang mengonsumsi obat hipertensi, kondisi ini berisiko memicu hipotensi atau tekanan darah terlalu rendah.
Berpotensi Mengganggu Hati dan Ginjal
Konsumsi daun kelor dalam jumlah besar dan berlangsung lama disebut berpotensi memberikan beban tambahan pada fungsi hati dan ginjal.
Karena itu, penggunaan jangka panjang dalam dosis tinggi tidak dianjurkan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Kelebihan Zat Besi
Daun kelor mengandung zat besi cukup tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kondisi ini dapat memicu penumpukan zat besi dalam tubuh atau hemokromatosis.
Akibatnya, seseorang dapat mengalami nyeri sendi, kelelahan, hingga penurunan gairah seksual.(*)
Editor : Agus Pramono