Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jangan Kalap Saat Iduladha, Kebanyakan Makan Daging Sapi Bisa Picu Penyakit Ini

Anisa Bahril Wahdah • Kamis, 28 Mei 2026 | 10:21 WIB

 

ILUSTRASI : Inspirasi olahan daging kurban Idul Adha. FREEPIK
Inspirasi olahan daging kurban Idul Adha. (Freepik)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Momentum Iduladha, masyarakat dihadapkan pada menu-menu yang menggugah selera dengan olahan daging, salah satunya daging sapi.

Tapi jangan berlebihan ya, melansir https://poltekkesindramayu.org  mengonsumsi daging sapi secara berlebihan akan meningkatkan beberapa risiko kesehatan.

Daging sapi memang termasuk salah satu sumber nutrisi penting bagi tubuh. Di sisi lain, daging sapi juga bisa menjadi sumber lemak dan kolesterol jahat yang berisiko menimbulkan masalah kesehatan.

Oleh karena itu, daging sapi perlu diolah dengan benar supaya Anda tidak perlu takut dengan dampak buruknya.

Mengutip hellosehat, berikut berbagai bahaya makan daging sapi dan daging merah lainnya setiap hari dalam jumlah besar.

1. Bau mulut

Efek samping kebanyakan makan daging sapi atau daging lainnya dan tidak diimbangi dengan karbohidrat bisa menyebabkan bau mulut.

2. Meningkatkan risiko degenerasi makula

Kebanyakan makan daging merah ternyata berpotensi meningkatkan risiko penyakit mata degenerasi makula akibat usia.

Studi terbitan American Journal of Epidemiology (2009) menemukan bahwa konsumsi daging merah sebanyak lebih dari 10 kali per minggu meningkatkan risiko terjadinya degenerasi makula lebih awal.

3. Berat badan sulit turun

Jika ingin menurunkan berat badan, kebanyakan makan daging sapi atau daging merah lainnya justru mempersulit upaya Anda.

Daging bisa jadi memiliki jumlah kalori yang lebih besar daripada asupan lainnya.

4. Meningkatkan risiko kanker

Dalam beberapa kasus, pengolahan daging bisa membentuk senyawa karsinogenik, seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).

HCA terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi, sedangkan PAH terbentuk saat pembakaran zat organik pada daging.

Mengutip studi terbitan Nutrition and Cancer (2013), keduanya diyakini dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar dan rektum.

5. Memicu sembelit

Pada dasarnya, daging merupakan salah satu makanan kaya protein yang diperlukan tubuh.

Sayangnya, daging tidak memiliki kandungan serat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian.

Bila Anda sering mendengar kebanyakan makan daging bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, pernyataan ini tidak salah.

Lagi-lagi, efek samping makan daging berlebihan ini berasal dari kadar lemak jenuh dan kolesterol.

7. Picu keringat berlebih

Kebanyakan makan daging rupanya bisa membuat tubuh lebih mudah berkeringat.

Saat makan, tubuh menggunakan energi untuk memecah makanan tersebut. Daging tersusun atas protein yang memerlukan waktu lama untuk dicerna, sehingga membutuhkan energi ekstra. (*)

Editor : Agus Pramono
#cara mengolah daging #daging kurban