Waspada! Inilah 5 Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Kabut asap di Kotim pada tahun 2023 lalu.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Kabut asap di Kotim pada tahun 2023 lalu.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
 
KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) diselimuti kabut asap beberapa waktu belakangan. Hal itu merupakan efek dari maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi. 
 
Namun, bahaya kabut asap bukan sekadar membuat jarak pandang terganggu. Paparan asap dalam waktu tertentu dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari batuk dan iritasi tenggorokan hingga meningkatkan risiko gangguan paru-paru, penyakit jantung, bahkan kanker paru-paru.
 
Baca Juga: Kabut Asap Kembali Selimuti Sampit Pada 8 Agustus 2026
 
Mengutip laman Alodokter, kabut asap mengandung berbagai zat berbahaya, baik berupa gas maupun partikel. Di antaranya karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC), ozon, serta partikel berupa debu dan kotoran yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
 
Baca Juga: Kemarau dan Asap, RSUD dr Murjani Sampit Minta Warga Waspada ISPA
 
1. Batuk dan iritasi tenggorokan 
Dampaknya dapat dirasakan dalam jangka pendek. Paparan kabut asap dapat menyebabkan batuk dan iritasi tenggorokan. Keluhan tersebut umumnya berlangsung selama beberapa jam, namun dapat semakin parah apabila seseorang terus-menerus terpapar asap dalam waktu lama.
 
2. ISPA
Risiko yang lebih serius dapat terjadi pada organ pernapasan. Paparan kabut asap dalam jangka panjang disebut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan dan emfisema. 
 
Kondisi tersebut juga dapat memperburuk penyakit seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) karena zat iritatif dalam asap dapat memicu peradangan pada paru-paru.
 
3. Resiko penyakit jantung
Ancaman kabut asap juga tidak berhenti pada sistem pernapasan. Partikel berbahaya yang terhirup dapat memengaruhi fungsi jantung. Dalam jangka pendek, paparan dapat meningkatkan risiko hipertensi dan stroke, sedangkan paparan jangka panjang dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner serta penumpukan plak pada pembuluh darah.
 
Baca Juga: Wilayah Pesisir Kotim Rawan Diare di Musim Kemarau Panjang, Dinas Kesehatan Beberkan Penyebabnya
 
4. Iritasi mata
Mata dan kulit juga dapat terdampak. Debu serta zat iritatif dalam kabut asap bisa menyebabkan mata mengalami iritasi. Sementara pada kulit, paparan asap dapat memicu iritasi dan peradangan, bahkan memperburuk kondisi kulit tertentu.
 
5. Resiko kanker paru-paru
Bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah risiko kanker paru-paru. Kabut asap mengandung sejumlah partikel yang bersifat karsinogen atau dapat memicu kanker. Risiko tersebut bahkan tidak hanya mengancam perokok aktif, tetapi juga orang yang terpapar asap dari lingkungan.
 
Kelompok masyarakat tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak kabut asap, terutama bayi, anak-anak, dan lanjut usia. Karena itu, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi ketika kualitas udara memburuk.
 
Jika harus beraktivitas di ruang terbuka, masyarakat dianjurkan tidak berada terlalu lama di luar ruangan dan menggunakan masker yang menutup hidung serta mulut. Perlindungan tersebut penting untuk mengurangi paparan langsung terhadap partikel berbahaya yang terkandung dalam kabut asap. (*)
Editor : Ayu Oktaviana
kualitas udara kabut asap Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) karhutla