KALTENG POS - Di akhir pekan kali ini, penggemar drama Korea Taxi Driver 3 disuguhi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kasus terbaru yang dihadapi tim Rainbow Squad terbukti jauh lebih rumit dan gelap dari sekadar misi balas dendam biasa.
Kali ini, Kim Do Gi (Lee Je Hoon) dan kawan-kawan tidak hanya berhadapan dengan otot, melainkan sebuah "mesin" kriminal yang sangat terorganisir.
Misi panjang di Pulau Samhueng membawa Kim Do Gi berhadapan langsung dengan sosok Penulis Go (Kim Sung Kyu).
Jangan tertipu oleh penampilannya yang sederhana; Go adalah mantan jaksa jenius yang kini memimpin kartel kriminal besar.
Berkat latar belakang hukumnya, ia mampu menghapus jejak kejahatannya dengan sangat rapi, membuat aparat hukum sekalipun tak berdaya menyentuhnya.
Kekuatan Penulis Go terletak pada jaringannya yang solid dan "suci" namun mematikan. Tim Rainbow Squad kali ini harus melawan musuh dari berbagai lini.
Mulai dari seorang pendeta yang memberikan perlindungan moral dan kedok spiritual bagi operasi mereka. Ada mantan narapidana yang mampu menandingi kecepatan Ahn Go Eun dalam hal komputerisasi dan internet.
Serta kombinasi kekerasan fisik dan perlindungan hukum yang membuat kartel ini nyaris tak tersentuh.
Berbeda dari musim-musim sebelumnya di mana Do Gi mendominasi dari luar, kali ini ia justru terjebak di dalam sistem yang dibuat oleh Penulis Go. Musuh tampaknya mampu mengantisipasi setiap langkah taktis Kim Do Gi.
"Ini bukan lagi sekadar melawan gangster, ini adalah pertempuran akal, ketahanan, dan mentalitas," ungkap salah satu poin penting dalam episode terbaru ini.
Ahn Go Eun (Pyo Ye Jin), Park Jin Eon (Bae Yoo Ram), dan Choi Kyung Goo (Jang Hyuk Jin) dipaksa bekerja melampaui batas kemampuan mereka.
Keharmonisan tim diuji saat mereka harus membongkar organisasi yang bergerak layaknya mesin yang efisien dan tak memiliki celah.
Dengan taruhan yang semakin tinggi, mampukah Rainbow Squad menghancurkan sistem busuk ini sebelum mereka sendiri yang dilenyapkan?
Ketegangan di Pulau Samhueng menjadi titik balik bagi Kim Do Gi untuk membuktikan bahwa keadilan sejati tidak bisa dibungkam oleh kecerdasan kriminal sekalipun. (*)
Editor : Ayu Oktaviana