SAMPIT – Dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah terus bergerak. Bumitama (BGA Group) bersama anak perusahaannya menyalurkan berbagai bantuan.
BaPosko Penanganan Karhutlantuan itu mulai dari kebutuhan pokok untuk posko, masker bagi masyarakat, hingga bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung mobilitas personel di lapangan.
Dukungan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah. Di Kabupaten Kotawaringin Barat, sembako disalurkan ke Posko Penanganan Karhutla Kecamatan Kumai dan Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam).
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan personel dan relawan yang masih bertugas dalam penanganan karhutla. Penyaluran dilakukan melalui kolaborasi perusahaan dengan pemerintah kecamatan setempat.
Selain kebutuhan posko, Bumitama juga memberikan dukungan perlindungan kepada masyarakat melalui pembagian masker di sejumlah desa.
Sebanyak 3.000 masker disiapkan untuk Desa Pelantaran, 1.500 masker untuk Desa Keruing, dan 2.000 masker untuk Desa Pantai Harapan.
Pembagian masker dilakukan bersama Forkopimcam, pemerintah desa, dan Karang Taruna setempat. Penyaluran diprioritaskan ke lingkungan sekolah dan diterima langsung oleh siswa tingkat SD dan SMP.
Jangkauan pembagian masker kemudian diperluas ke Desa Tumbang Koling dan Selucing dengan melibatkan Forkopimcam serta pemerintah desa setempat.
Sementara itu, untuk mendukung mobilitas personel dan kendaraan operasional, bantuan BBM disalurkan kepada Posko Satgas Karhutla Kecamatan Kotawaringin Lama. BBM tersebut digunakan untuk mendukung pergerakan menuju lokasi yang membutuhkan penanganan.
Corporate Affair Bumitama (BGA Group) M. Jauhari mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, tidak hanya pemerintah dan petugas pemadam.
“Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah dan petugas pemadam, tetapi juga perusahaan serta masyarakat. Koordinasi antar pihak menjadi penting, terutama ketika kondisi di lapangan dapat berubah dan kebutuhan penanganan muncul di berbagai titik,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, kondisi dan kebutuhan di setiap wilayah tidak selalu sama. Karena itu, bentuk dukungan terus disesuaikan dengan situasi yang ditemui di lapangan bersama pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan.
“Langkah ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya penanganan karhutla sekaligus membantu masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak selama kondisi masih berlangsung,” tandasnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana