Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Disdik Kotim Gencarkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat, Libatkan Sekolah dan Orang Tua

Agus Pramono • Jumat, 25 Juli 2025 | 11:18 WIB
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdik Kotim, Herman Yudianto saat memberikan apresiasi kepada salah satu siswa saat penutupan MPLS di salah satu SMP, belum lama ini.
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdik Kotim, Herman Yudianto saat memberikan apresiasi kepada salah satu siswa saat penutupan MPLS di salah satu SMP, belum lama ini.

SAMPIT - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) mendorong penerapan "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" sebagai fondasi pembentukan karakter pelajar sejak dini.


Inisiatif ini bukan sekadar kampanye simbolik, melainkan ajakan konkret untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di sekolah.

 

Tujuh kebiasaan yang dimaksud meliputi: bangun pagi tepat waktu, beribadah, berolahraga, makan makanan bergizi, rajin belajar, bersosialisasi positif, dan tidur cukup di malam hari.
Disdik meyakini, membentuk generasi tangguh bukan dimulai dari prestasi akademik semata, melainkan dari pola hidup disiplin dan seimbang sejak usia dini.

 

“Yang sulit itu bukan menghafal tujuh kebiasaan ini, tapi menjalankannya secara konsisten. Anak hebat itu tidak perlu dibangunkan, langsung salat, tidak tidur larut malam, dan sadar akan pentingnya belajar,” ujar Herman Yudianto, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdik Kotim, mewakili Kadisdik Kotim Muhammad Irfansyah, Kamis (24/7/2025).

 

Herman menegaskan, peran orang tua sangat vital dalam menyukseskan gerakan ini. Sekolah hanya berkontribusi dalam sebagian waktu anak, sedangkan pembentukan karakter sejati berlangsung di lingkungan keluarga.

 

“Pendidikan karakter tidak bisa dibebankan ke sekolah saja. Kami hanya bersama anak 6-7 jam per hari. Selebihnya adalah tanggung jawab orang tua. Tanpa dukungan di rumah, upaya ini akan sulit berhasil,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti gaya hidup anak masa kini yang banyak terjebak dalam kebiasaan begadang, bermain gawai berlebihan, dan kurang aktivitas fisik. Hal ini dinilai berdampak langsung terhadap kesehatan dan performa belajar mereka.

 

“Anak yang kurang tidur dan jarang bergerak cenderung lemas, sulit konsentrasi, dan mudah sakit. Kalau pola ini dibiarkan sejak kecil, sulit membentuk masa depan yang kuat dan produktif,” ungkap Herman.

 

Disdik Kotim memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang telah mengintegrasikan gerakan ini ke dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ia berharap program ini tidak berhenti sebagai formalitas awal tahun ajaran, tetapi menjadi budaya yang mengakar dalam sistem pendidikan.

 

“Gerakan ini harus menjadi nafas dari proses pendidikan. Mari kita kawal bersama, demi mencetak generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(bah)

Editor : Anisa Bahril Wahdah
#Disdik Kotim #Pola Hidup Sehat Anak #mpls #pendidikan karakter #Gaya Hidup Digital Anak #Indonesia Emas 2045 #Pembentukan Karakter Sejak Dini #7 Kebiasaan Anak Hebat #Pendidikan SMP Kotim