SAMPIT – Sudah beberapa waktu terakhir, menu makan bergizi gratis tidak lagi hadir di meja belajar anak-anak sekolah di Kotawaringin Timur (Kotim). Program yang biasanya memberi tambahan asupan gizi itu terhenti sementara.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, M Irfansyah, mengatakan pihaknya belum menerima penjelasan resmi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pengelola. Ia menekankan pentingnya program tersebut untuk mendukung kesehatan sekaligus semangat belajar siswa.
“Kami sangat berharap MBG kembali aktif. Gizi anak sekolah ini penting sekali untuk mendukung tumbuh kembang dan prestasi mereka. Namun sampai sekarang belum ada informasi resmi mengenai kelanjutan program itu,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya, MBG sangat membantu terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain itu, program ini juga mendukung upaya pemerintah dalam menekan kasus gizi buruk di daerah.
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor menambahkan, penghentian sementara distribusi MBG sudah berlangsung sejak Juni lalu. Kebijakan itu dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pihak yang memiliki kewenangan penuh.
“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pusat. Daerah hanya menjalankan apa yang sudah menjadi petunjuk dan arahan dari pemerintah pusat,” kata Halikinnor beberapa waktu lalu.
Ia menduga terhentinya program berkaitan dengan persoalan teknis, seperti pasokan bahan pangan lokal yang belum optimal. Meski begitu, menurutnya, evaluasi tetap penting agar pelaksanaan ke depan lebih baik dan manfaat program benar-benar sampai ke anak-anak sekolah.(bah/ram)