SAMPIT - Rencana pembangunan smelter bauksit di wilayah Pulau Hanaut digadang-gadang bakal menjadi salah satu proyek strategis.
Jika terealisasi, nilai investasi yang digelontorkan bisa menembus ratusan triliun.Harapannya, kehadiran pabrik ini juga membawa dampak serupa di Kotim.
“Bahkan hasil bumi dari daerah lain akan dibawa ke Sampit, sehingga perekonomian kita bergerak lebih kencang,” jelas Bupati Kotim Halikinnor, Senin (8/9/2025).
Selain penyerapan tenaga kerja, Halikinnor menekankan bahwa manfaat lain yang diharapkan adalah peningkatan penerimaan daerah melalui pajak dan royalti, serta multiplier effect terhadap kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.
Apalagi, rencana perusahaan bukan hanya membangun smelter bauksit, tapi juga pabrik pengolahan silika, zirkon, hingga batu bara.
Bupati juga mengingatkan perusahaan agar memprioritaskan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja. Hal itu guna memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dan menbantu membangun daerah.
“Ada tiga hal yang sudah saya sampaikan kepada pihak perusahaan. Pertama, tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas. Kedua, mereka wajib melaksanakan program CSR yang fokus membangun Pulau Hanaut. Ketiga, pengusaha dan masyarakat pribumi harus dilibatkan sebagai pelaku utama,” imbuhnya.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Pulau Hanaut yang selama ini dikenal masih tertinggal diharapkan bisa bangkit dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kotim.(mif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana