Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Mengenal Pulau Hanaut, Pesisir Selatan Kotim yang Akan Jadi Lokasi Smelter Bauksit

Agus Pramono • Kamis, 11 September 2025 | 20:05 WIB
Pulau Hanaut akan jadi lokasi smelter bauksit.MIFTAH/KALTENG POS
Pulau Hanaut akan jadi lokasi smelter bauksit.MIFTAH/KALTENG POS

SAMPIT – Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini jadi buah bibir setelah rencana investasi besar pembangunan smelter bauksit di wilayah tersebut mencuat.

Kecamatan dengan luas 620 kilometer persegi ini dinilai strategis karena berbatasan langsung dengan Laut Jawa, sehingga kapal besar memungkinkan masuk untuk mendukung aktivitas industri pengolahan mineral.

Pulau Hanaut sendiri merupakan kecamatan pesisir dengan kondisi geografis didominasi dataran rendah.

Sekitar 20 persen desa terletak di tepi pantai, sisanya berada di dataran rendah dengan ketinggian di bawah 200 meter dari permukaan laut.

Kondisi tanahnya bervariasi, mulai dari Podsolik, Aluvial, hingga Organosol, yang selama ini mendukung sektor pertanian dan perkebunan sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.

Di bidang administrasi, kecamatan ini membawahi 14 desa yaitu;

Desa Satiruk, Desa Bapinang Hilir Laut, Desa Bapinang Hilir, Desa Bapinang Hulu,Desa Makarti Jaya, Desa Rawa Sari, Desa Babirah, Desa Hanaut, Desa Serambut, Desa Babaung, Desa Bantian, Desa Hantipan, Desa Penyaguan dan Desa Bamadu. Ibu kota kecamatannya berada di Desa Bapinang Hulu.


Pulau Hanaut juga dilengkapi UPTD Pendidikan, Kesehatan, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta instansi vertikal seperti Koramil, Polsek, dan KUA.

Meski begitu, keterbatasan infrastruktur, terutama jalan darat, masih menjadi tantangan besar.

Akses ke wilayah ini mulai terbuka sejak pembangunan jalan penghubung dari Kecamatan Seranau pada 2020 dengan anggaran Rp8,9 miliar untuk tujuh kegiatan.

Rencana hadirnya smelter bauksit bernilai ratusan triliun rupiah memberi harapan baru bagi Pulau Hanaut.

Kehadiran industri besar itu diprediksi akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, bukan hanya dari desa-desa di Pulau Hanaut, tetapi juga wilayah selatan Kotim lainnya seperti Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, dan Mentaya Hilir Utara.

Selain tenaga kerja, peluang ekonomi turunan juga diyakini terbuka lebar. Dengan basis masyarakat yang selama ini bergantung pada pertanian, perkebunan, dan perikanan, keberadaan industri berpotensi menggerakkan sektor lain, mulai dari perdagangan, hingga jasa transportasi.

Meski demikian, sejumlah pihak menekankan agar potensi dampak lingkungan benar-benar diperhatikan. Apalagi Pulau Hanaut merupakan wilayah pesisir. Sungai dan laut yang menjadi sumber kehidupan nelayan harus dijaga agar tidak terdampak limbah industri.

Potensinya sebagai daerah pertanian dan perikanan yang kuat akan berpadu dengan geliat industri mineral, apabila rencana smelter benar-benar terwujud.

Prospeknya cerah, tetapi keberlanjutan lingkungan dan keterlibatan masyarakat lokal tetap menjadi kunci agar pembangunan berjalan seimbang. (mif)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Agus Pramono
#Pulau Hanaut #ekonomi #profil #smelter bauksit #smelter bauksit di kotim