Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Baamang Jadi Tuan Rumah MTQ ke 56 Kotim, 389 Peserta Ikut Berpartisipasi

Agus Pramono • Senin, 29 September 2025 | 10:31 WIB
Pembukaan MTQ ke 56 Kotim.MIFTAH/KALTENG POS
Pembukaan MTQ ke 56 Kotim.MIFTAH/KALTENG POS

 

SAMPIT – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2025 resmi dibuka pada Sabtu (27/9/2025) malam.

Sebanyak 389 peserta dan 44 grup dari 17 kecamatan ambil bagian dalam ajang religius yang dipusatkan di Kecamatan Baamang.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, dari 27 September hingga 1 Oktober 2025 ini, mempertandingkan 11 cabang lomba. Mulai dari Tilawah Al-Qur’an, Tartil, Tahfidz, hingga Bintang Vokalis Gambus dan Pop Religi yang menyemarakkan festival seni Islami.

Pelaksanaan MTQ ke-56 dipusatkan di beberapa titik di Baamang, mulai dari panggung utama, masjid, aula kelurahan, sekolah, hingga halaman kantor camat. Cabang-cabang yang dilombakan meliputi Tilawah Al-Qur’an, Syarhil Qur’an, Rebana, Qiraat Sab’ah Murothal, Tartil Qur’an, Fahmil Qur’an, Tahfidz Al-Qur’an, Khat Al-Qur’an, Makalah Al-Qur’an, Bintang Vokalis Gambus, serta Bintang Vokalis Pop Religi.

Ketua Panitia MTQ sekaligus Camat Baamang, Sufiansyah, menuturkan bahwa jumlah peserta yang hadir pada pembukaan resmi sudah mencapai 389 orang dari 11 cabang lomba.

Selain itu, ia juga menyampaikan laporan dari Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) bahwa minat terhadap lomba rebana dan kasidah tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jumlah peserta yang hadir di panitia sebanyak 389 peserta dari 11 cabang lomba. Nah pada hari ini mungkin ada tambahannya cabang lomba kaligrafi digital dan juga ada kemajuan lomba rebana dan kasidah itu meningkat untuk tahun 2025,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian lomba akan berlangsung sesuai jadwal sejak 27 September hingga berakhir pada 1 Oktober 2025 malam saat penutupan.

Menurutnya, persiapan yang dilakukan panitia sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu, tepat setelah keluarnya Surat Keputusan Bupati mengenai penunjukan Kecamatan Baamang sebagai tuan rumah.

“Untuk persiapan, mungkin kami sudah tiga bulan,” katanya.

Sebagai tuan rumah, Kecamatan Baamang juga memiliki target khusus dalam ajang ini.

Dari total 75 peserta yang dikirimkan, pihaknya menargetkan bisa meraih posisi juara dua. Menurut Sufiansyah, target itu realistis mengingat sebagian peserta yang pernah menjadi juara sebelumnya sudah melewati batas usia. Dengan kondisi tersebut, pihaknya mendorong peserta baru untuk tampil maksimal sebagai bagian dari proses pengkaderan.

“Yang pasti banyak peserta dari Kabupaten Baamang sudah usianya sudah lewat. Para yang juara-juara kami baru, yang baru-baru semua. Dari juara tiga, juara dua kami ambil untuk ikut berlomba di tingkat kabupaten ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menegaskan bahwa MTQ dan FSQ bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana strategis untuk syiar Islam dan memperkokoh ukhuwah islamiyah. Menurutnya, dengan jumlah peserta yang besar dan melibatkan seluruh kecamatan, kegiatan ini patut diapresiasi karena menunjukkan kecintaan masyarakat Kotim terhadap Al-Qur’an.

“MTQ dan FSQ ini bukan sekadar ajang perlombaan, namun merupakan sarana syiar Islam dan memperkokoh ukhuwah islamiyah. Dengan adanya 11 cabang lomba dan ratusan peserta dari seluruh kecamatan, terlihat jelas bahwa antusiasme masyarakat dalam memuliakan Al-Qur’an sangat tinggi dan patut diapresiasi,” imbuhnya. (mif/ram)

Memeriahkan Hultah Akbar ke-90 Madrasah NWDI, panitia menggelar seminar internasional.
Memeriahkan Hultah Akbar ke-90 Madrasah NWDI, panitia menggelar seminar internasional.
Editor : Ayu Oktaviana
#Bupati Kotim Halikinnor #seni islami #religius #Kotawaringin Timur (Kotim) #Al-Qur’an #Lembaga Seni Qasidah Indonesia LASQI #musabaqah tilawatil qur’an