SAMPIT – Dunia pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kian dinamis. Sejumlah yayasan dan lembaga pendidikan mulai melirik daerah ini sebagai lokasi pendirian sekolah unggulan berbasis keagamaan, teknologi, hingga pertanian.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim menyambut positif minat tersebut dan menilai kehadiran sekolah swasta unggulan dapat memperkaya pilihan pendidikan bagi masyarakat.
Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah, mengatakan bahwa pendirian sekolah swasta unggulan kini diperbolehkan, berbeda dengan aturan beberapa tahun lalu yang masih membatasi peran pihak swasta dalam bidang pendidikan.
“Kalau dulu memang dilarang karena diatur oleh pemerintah, tapi undang-undang itu sekarang sudah dihapus. Jadi, jika ada pihak swasta yang ingin mendirikan sekolah berbasis agama, teknologi, atau pertanian, dipersilakan,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Menurut Irfansyah, langkah ini sejalan dengan semangat menciptakan kesetaraan dan kualitas pendidikan yang merata di daerah.
Pemerintah daerah berharap, kehadiran sekolah unggulan swasta dapat menjadi pelengkap bagi sekolah negeri yang telah ada, bukan menjadi pesaing.
“Selama tidak menimbulkan kesenjangan dan tetap mendukung pemerataan pendidikan, kami dari Disdik Kotim akan selalu mendukung,” tegasnya.
Ia mencontohkan beberapa sekolah swasta unggulan yang telah lebih dulu berdiri di Kotim, seperti Pahang School dan Global School. Keduanya dikenal memiliki keunggulan masing-masing dalam bidang bahasa.
“Kalau Pahang School itu unggul di bahasa Mandarin, sedangkan di Global School kemampuan bahasa Inggrisnya sangat kuat. Saya sempat memantau langsung melalui Zoom, bahkan mereka bekerja sama dengan pihak dari Singapura untuk pembelajaran jarak jauh,” ungkap Irfansyah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep sekolah unggulan di Kotim tidak terbatas pada bidang bahasa.
Ke depan, pemerintah daerah membuka peluang bagi lembaga yang ingin mengembangkan pendidikan berbasis sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM), pertanian, maupun keagamaan.
Dengan begitu, setiap lembaga memiliki kesempatan untuk berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kotim.
“Yang terpenting adalah semangatnya untuk memperluas akses dan mutu pendidikan. Kalau itu yang menjadi tujuan, tentu kami akan dukung penuh,” tutupnya.(bah)
Editor : Ayu Oktaviana