SAMPIT – Sepanjang tahun 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat 48 peristiwa kebakaran di wilayahnya.
Dari jumlah itu, 40 kasus merupakan kebakaran bangunan dan delapan lainnya kebakaran lahan serta semak belukar.
Kepala Damkarmat Kotim, Atimaraahini, mengatakan bahwa sebagian besar kebakaran berhasil ditangani berkat respon cepat petugas serta dukungan para relawan di lapangan. Ia menyebut, koordinasi yang baik antarinstansi menjadi kunci utama dalam upaya penanganan.
“Sinergi di lapangan sangat membantu kami. Koordinasi berjalan baik, dan laporan masyarakat juga cepat ditindaklanjuti. Itu sebabnya sebagian besar kebakaran dapat dikendalikan sebelum api meluas,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).
Ia menambahkan, korsleting listrik masih menjadi penyebab terbanyak, disusul kelalaian dalam penggunaan peralatan rumah tangga. Ia mengingatkan warga agar selalu memastikan instalasi listrik di rumah aman dan tidak menggunakan kabel atau colokan secara berlebihan.
“Konsleting karena kabel lama atau sambungan tidak standar masih sering terjadi. Kami imbau warga rutin memeriksa instalasi listriknya,” jelasnya.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Damkar Kotim secara rutin menggelar pelatihan dan simulasi gabungan bersama petugas dari berbagai instansi dan kelompok relawan.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan teknis dan mempercepat respon saat terjadi kebakaran.
“Latihan ini penting supaya setiap petugas tahu tugasnya dan bisa bergerak cepat ketika ada laporan,” katanya.
Selain peningkatan kemampuan petugas, Damkar Kotim juga mendapat tambahan 40 set alat pelindung diri (APD) baru dari dukungan Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kotim.
“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Dengan perlengkapan yang memadai, keselamatan petugas di lapangan bisa lebih terjamin,” pungkasnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana