SAMPIT – Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2025 resmi dimulai pada Rabu (8/10/2025). Kegiatan tahunan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, di hadapan pengurus PGRI, guru, dan peserta dari 17 kecamatan.
Dalam sambutannya, Irfansyah menegaskan bahwa Porsenijar bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi wadah untuk memperkuat karakter dan mempererat kebersamaan di lingkungan pendidikan. Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan nilai-nilai positif bagi guru dan siswa.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba dan kompetisi, tapi juga merupakan sarana memperkuat karakter, sportivitas, kreativitas, serta semangat kolaborasi di antara insan pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai olahraga dan seni mengandung banyak pelajaran penting yang sejalan dengan tujuan pendidikan. Melalui ajang ini, peserta didorong untuk menjunjung kejujuran, disiplin, kerja keras, dan menghargai perbedaan.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap akan lahir insan-insan pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, kreatif, dan berjiwa sportif,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Irfansyah juga memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus PGRI Kabupaten Kotim yang konsisten menyelenggarakan kegiatan Porsenijar setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan semangat dunia pendidikan di Kotim yang terus bergerak maju dan berkomitmen pada pengembangan sumber daya manusia.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus PGRI Kotim, seluruh panitia, dan peserta yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan kita terus dinamis dan progresif,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Irfansyah berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan Porsenijar sebagai ruang untuk belajar dan mempererat tali silaturahmi.
“Bertandinglah dengan semangat, sportivitas, dan persaudaraan. Jadikan kegiatan ini bukan semata ajang meraih juara, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan,” tutupnya.(bah/ram)
Editor : Ayu Oktaviana