SAMPIT-Usai lelah bekerja, komunitas ojek online (ojol) di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini memiliki wadah baru untuk berkumpul dan melepas penat.
Gerai Ojol yang diresmikan di kawasan Taman Kota Sampit, itu bukan hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga ruang kolaborasi antara sesama pengemudi.
Salah seorang perwakilan komunitas Ojol, Andri Pratama, mengungkapkan kehadiran gerai ini disambut positif oleh para pengemudi. Menurutnya, selain menjadi tempat beristirahat, gerai tersebut memudahkan komunikasi antarojol dan mempererat kebersamaan.
“Kami senang akhirnya punya tempat sendiri. Di sini kami bisa bertukar informasi, saling bantu kalau ada kesulitan di lapangan, bahkan bisa servis ringan kendaraan di bengkel kecil yang disiapkan,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Ia menambahkan, para ojol juga diajak ikut berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban di jalan. Tempat itu juga menjadi wadah saling mengenal satu sama lain meski berbeda naungan.
“Di sini kita bisa saling kenal dan melepas lelah. Meski kita berbeda-beda payung,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengatakan, keberadaan Gerai Ojol merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan dengan masyarakat.
Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran strategis karena mobilitasnya tinggi dan sering berinteraksi langsung dengan warga di berbagai lokasi.
“Kenapa ojol? Karena mereka setiap hari berada di lapangan, bergerak ke banyak tempat, dan bisa memberikan informasi penting bagi kami. Melalui gerai ini, kita ingin menciptakan ruang komunikasi yang positif,” jelasnya.
Selain berfungsi sebagai pusat informasi, gerai tersebut juga dilengkapi fasilitas seperti bengkel ringan (Gerai Oto) dan Gerai Mart yang menyediakan kebutuhan dasar bagi para pengemudi.
“Tempat ini bisa dimanfaatkan untuk bertegur sapa, mempererat hubungan antarkomunitas, sekaligus menghidupkan UMKM di sekitar taman kota,” tambahnya.
Ia berharap, komunitas ojol tidak hanya menjadi mitra dalam menjaga kamtibmas, tetapi juga agen perubahan dalam tertib berlalu lintas. Hal itu tidan terlepas dari keseharian para ojol yang beraktifitas di jalan raya dengan kendaraan bermotor.
“Ojol ini pengguna jalan yang aktif, baik roda dua maupun roda empat. Mereka bisa jadi teladan dalam disiplin berkendara sekaligus membantu menciptakan keamanan di jalan,” ujarnya.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di tengah meningkatnya curah hujan.
“Kami selalu menggandeng semua elemen masyarakat, termasuk komunitas seperti ojol dan relawan, untuk bersama-sama siap siaga menghadapi segala kemungkinan,” pungkasnya. (mif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana