SAMPIT-Perkembangan investasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan pergeseran yang dianggap menguntungkan bagi sektor perkebunan kelapa sawit.
Setelah bertahun-tahun didominasi oleh pembangunan kebun, kini arus modal lebih banyak mengalir ke industri pengolahan yang memberi nilai tambah bagi hasil sawit.
“Sampai hari ini dari sisi investasi perkebunan memang agak berkurang dibandingkan sebelum Satgas PKH datang. Investor baru di bidang perkebunan masih enggan mengurus izin baru. Namun, justru sekarang yang banyak masuk adalah hasil dari hilirisasi seperti pengolahan cangkang, CPO, kernel, dan sebagainya,”kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kotim, Diana Setiawan, November 2025.
Saat ini tiga perusahaan tengah mengurus izin pembangunan pabrik pengolahan CPO. Salah satunya, Sinarmas Group, sudah mengantongi izin resmi dan mulai membangun fasilitas yang diarahkan untuk memproduksi CPO sekaligus turunannya.
“Sinarmas Group ini salah satu yang paling siap. Mereka akan membangun pabrik pengolahan yang tidak hanya menghasilkan CPO mentah, tapi juga produk turunan seperti cokelat dan es krim. Jadi konsepnya memang hilirisasi penuh dari hasil sawit,” jelasnya.
Dua perusahaan lain juga telah mengajukan izin dan memilih kawasan industri Bagendang sebagai lokasi pembangunan.
Pemerintah daerah, kata Diana, tetap melakukan verifikasi secara ketat agar aktivitas industri sesuai dengan tata ruang dan aturan investasi.
“Dua perusahaan lagi sudah punya lahan dan berencana membangun di kawasan industri Bagendang. Izin sedang kami proses,” ujarnya.
Selain sawit, sektor pengolahan kelapa dalam juga menunjukkan perkembangan. Dua perusahaan sudah berada dalam tahap pembangunan pabrik, dan satu investor lain masih melakukan penjajakan.
“Sekarang di kita ada dua pabrik kelapa dalam yang sedang berproses. Salah satunya masih belum melakukan kegiatan apa-apa, tapi kalau nanti dua-duanya berjalan, maka total akan ada tiga pabrik kelapa dalam yang beroperasi di kawasan industri Bagendang,”katanya.
Diana menegaskan bahwa penguatan sektor hilirisasi sejalan dengan kebijakan nasional dan diharapkan memberi dampak langsung pada ekonomi lokal, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan kegiatan industri yang lebih berkelanjutan.(mif/ram)