SAMPIT — Persoalan bau dan sanitasi di depo sampah SMPN 3 Sampit kembali menjadi sorotan setelah Komisi II DPRD Kotawaringin Timur melakukan inspeksi mendadak pada Senin (17/11/2025).
Sidak dilakukan untuk mencocokkan laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim yang menyebutkan kondisi depo sudah lebih baik.
Meski peningkatan terlihat, rombongan dewan menemukan sejumlah catatan penting.
Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannor, menyampaikan bahwa perbaikan fisik dan pengelolaan masih perlu ditingkatkan agar persoalan ini tidak terus berulang setiap tahun ajaran.
“Memang lebih baik dibanding sebelumnya, tetapi bangunan depo tetap memerlukan renovasi atap, perbaikan lantai, dan peningkatan alat pencacah sampah. Bau sudah jauh berkurang, tetapi perbaikan menyeluruh tetap wajib dilakukan,” ujarnya.
Menurutnya, Komisi II siap memperjuangkan anggaran renovasi pada tahun 2026 agar depo sampah dapat berfungsi maksimal dan tidak mengganggu kegiatan belajar di sekolah.
Ia juga meminta DLH menata ulang pola piket petugas agar beban kerja lebih proporsional dan pengelolaan sampah lebih tertib.
Selain persoalan bangunan, Komisi II turut menekankan pentingnya penyemprotan disinfektan secara rutin terhadap sampah masuk maupun saat depo dalam keadaan kosong.
Hal ini dinilai penting untuk mencegah bakteri berkembang dan meminimalisasi potensi bau.
Dalam kesempatan yang sama, pihak sekolah kembali menyampaikan kondisi yang mereka hadapi.
Kepala SMPN 3 Sampit, Siti Hadijah, membenarkan adanya peningkatan, terutama setelah pintu kanan depo ditutup sehingga sampah tidak lagi meluber ke jalan seperti sebelumnya.
“Persoalan sanitasi belum sepenuhnya hilang. Kami hanya ingin kenyamanan belajar murid tetap terjaga,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa lahan depo sampah tersebut awalnya merupakan aset sekolah yang dihibahkan kepada pemerintah daerah setelah tribun eks MTQ dibongkar.
Karena itu, ia berharap pengelolaan depo dilakukan lebih serius sesuai komitmen perbaikan yang disampaikan sebelumnya.
Komisi II memastikan hasil sidak ini akan dibawa ke rapat internal sebagai dasar rekomendasi perbaikan.
Dewan berharap renovasi fisik dan peningkatan sanitasi bisa segera direncanakan agar persoalan depot sampah tidak lagi mengganggu lingkungan sekolah. (mif)