Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

BMKG Sampit: Warga Diminta Waspada Cuaca Buruk Sepekan ke Depan

Agus Pramono • Senin, 22 Desember 2025 | 16:05 WIB
Hujan mengguyur Kota Sampit.MIFTAH/KALTENG POS
Hujan mengguyur Kota Sampit.MIFTAH/KALTENG POS

SAMPIT-Fenomena angin kencang yang terjadi di wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (21/12/2025), dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer yang mendukung terbentuknya cuaca ekstrem.

Kondisi ini diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Dalam rilisnya, Senin (22/12/2025) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit, berdasarkan analisis meteorologi, suhu permukaan laut di perairan Kalimantan Tengah terpantau relatif hangat, berkisar antara 28 hingga 29 derajat Celsius.

Suhu tersebut meningkatkan proses penguapan dan suplai uap air di atmosfer, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat dan angin kencang.

Selain itu, terpantau adanya konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Kotawaringin Timur dengan kecepatan sekitar 7 hingga 17 knot. Kondisi ini diperkuat oleh sirkulasi siklonik di wilayah utara Kalimantan yang memicu pertumbuhan awan hujan dengan intensitas tinggi.

“Dari pengamatan citra satelit terlihat adanya awan Cumulonimbus dengan suhu puncak yang sangat dingin, mencapai minus 75 hingga minus 90 derajat Celsius. Data radar juga menunjukkan kecepatan angin dapat mencapai 30 sampai 65 knot,” isi laporan tersebut.

Ia menambahkan, kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 milibar tercatat cukup tinggi, yakni antara 70 hingga 95 persen. Kondisi tersebut menunjukkan atmosfer mengandung banyak uap air yang mendukung terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Kotawaringin Timur.

Sementara itu, indeks Nino 3.4 yang berada pada angka minus 0,83 turut berpengaruh terhadap meningkatnya pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, meskipun Madden Julian Oscillation saat ini berada pada fase netral.

Seiring dengan kondisi tersebut, Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur telah mengeluarkan peringatan dini sejak pukul 14.30 WIB terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama satu minggu ke depan, terutama pada waktu siang, sore hingga dini hari. Masyarakat diminta menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk serta mewaspadai potensi pohon tumbang dan kerusakan bangunan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#kelembapan udara #cuaca buruk #cuaca ekstrem #hujan lebat #peringatan dini #awan hujan #kalimantan tengah #sampit #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #pohon tumbang #angin kencang #Uap Air #kotawaringin timur