SAMPIT – Kondisi air pasang di Sungai Cempaga kembali menjadi perhatian warga dan pemerintah daerah. Meningkatnya debit air sungai dalam beberapa hari terakhir dinilai berpotensi memicu kemunculan satwa liar ke kawasan permukiman, terutama buaya yang habitatnya berada di sepanjang aliran sungai.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), di mana warga melaporkan kemunculan buaya yang terlihat mendekati rumah penduduk. Satwa tersebut bahkan sempat naik hingga ke bagian ketitian batang rumah warga akibat luapan air sungai.
Warga setempat, Sarli, mengatakan bahwa situasi seperti ini kerap terjadi setiap kali Sungai Cempaga mengalami pasang.
Menurutnya, naiknya permukaan air membuat buaya keluar dari habitat alaminya dan mendekati pemukiman.
“Kalau air sungai naik, biasanya buaya ikut naik. Sudah sering terjadi di sini,” ujar Sarli, Senin (5/1/2026).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan, kemunculan buaya saat air pasang merupakan pola yang perlu diantisipasi bersama oleh masyarakat dan pemerintah.
“Kami menerima laporan dari warga terkait kemunculan buaya di wilayah Cempaga. Ini biasanya terjadi saat debit air sungai meningkat,” kata Multazam.
Ia menegaskan, BPBD terus memantau situasi di lapangan dan mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Cempaga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai dan pada malam hari.
“Warga kami minta lebih berhati-hati. Jika melihat buaya atau satwa liar lainnya, segera laporkan kepada pihak berwenang agar bisa ditangani,” ujarnya. (mif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana