Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Pendapatan Daerah Kotim 2026 Dipatok Rp1,8 Triliun, Prioritas Proyek Strategis

Agus Pramono • Rabu, 14 Januari 2026 | 17:30 WIB
Bapperida Kotim saat rapat bahas pendapatan.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Bapperida Kotim saat rapat bahas pendapatan.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

SAMPIT-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengunci arah kebijakan pembangunan tahun 2026 dengan menetapkan proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp1,8 triliun lebih.

Angka tersebut menjadi pijakan awal dalam menentukan program prioritas sekaligus skala belanja daerah ke depan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kotim, Alang Arianto, mengatakan penetapan proyeksi pendapatan tidak dilakukan secara spekulatif, melainkan melalui perhitungan kemampuan fiskal dan tren penerimaan daerah.

“Perencanaan ini tidak bisa berandai-andai. Semua program harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan disusun secara terukur, apalagi proyek strategis juga akan mendapat pengawasan dari KPK,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, total pendapatan daerah pada 2026 diperkirakan mencapai Rp1.808.949.619.200. Jumlah tersebut diproyeksikan kembali meningkat pada 2027 menjadi sekitar Rp1,84 triliun atau bertambah Rp32,5 miliar dibanding tahun sebelumnya.

Dalam struktur pendapatan tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih berada di kisaran Rp419,8 miliar. PAD diperoleh dari sektor pajak daerah, retribusi, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta sumber sah lainnya.

Sementara itu, ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih cukup besar. Pada 2026, transfer pusat diperkirakan menyumbang Rp1,389 triliun dari total pendapatan daerah.

“Ini menunjukkan PAD kita relatif stabil, tapi ke depan harus terus diperkuat agar tidak terlalu bergantung pada transfer pusat,” kata Alang.

Meski ruang fiskal diproyeksikan membesar, Pemkab Kotim menegaskan prinsip kehati-hatian tetap menjadi pegangan utama. Setiap program strategis diharapkan tidak hanya memenuhi target anggaran, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#pajak daerah #kebijakan pembangunan #Transfer pusat ke daerah 2026 #keuangan daerah #program prioritas #pemkab kotim #transfer pusat ke daerah #kotawaringin timur