SAMPIT – Bau kabut asap menyengat mulai dirasakan warga di sejumlah kawasan permukiman, terutama pada malam hingga dini hari.
Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, ditambah tidak turunnya hujan serta cuaca panas yang melanda wilayah Kotawaringin Timur (Kotim).
Sejumlah warga mengaku bau asap mulai terasa sejak malam hari.
Asap tipis, memaksa warga menutup pintu dan jendela meski suhu udara terasa panas.
“Sore masih aman, tapi kalau sudah malam sampai subuh bau asapnya terasa sekali. Kadang bikin tenggorokan kering dan dada agak sesak,” ujar Rahman, warga Kecamatan Baamang, Sabtu (24/1/2026).
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya yang tinggal di kawasan padat penduduk. Mereka menduga asap berasal dari kebakaran lahan di wilayah sekitar yang terbawa angin, sementara kondisi cuaca kering membuat asap bertahan lebih lama di udara.
“Sudah beberapa hari ini hujan tidak turun, panas siang hari cukup menyengat. Begitu malam, asapnya turun dan tercium sampai ke dalam rumah,” kata Siti.
Warga mengaku mulai khawatir terhadap dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Bau asap yang muncul sejak Jumat (23/1/2026) malam membuat aktivitas istirahat terganggu dan kualitas udara dirasakan menurun.
“Kami takut kalau ini terus berlanjut. Anak-anak jadi sering batuk, apalagi kalau asapnya makin tebal,” ucapnya. (mif)
Editor : Agus Pramono