SAMPIT – Kesulitan air bersih mulai dirasakan warga Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hal itu disinyalir akibat intensitas hujan yang tidak ada dalam beberapa waktu belakangan.
Keterbatasan akses air layak konsumsi membuat sebagian warga hanya bergantung pada air hujan dan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut disampaikan Camat Mentaya Hilir Utara, Muslih, melalui surat permohonan resmi yang juga ditandatangani oleh Kepala Desa Bagendang Permai, Kuryadi dan Ketua RT 001, kepada pemerintah daerah. Dalam surat itu, ia menjelaskan bahwa sejumlah wilayah permukiman, khususnya di kawasan Jalan Anang Asran RT 001/RW 001, yang belum terlayani jaringan PDAM.
“Warga di wilayah tersebut tidak memiliki akses PDAM, sehingga hanya mengandalkan air hujan dan air sungai,“ isi surat itu.
Ia menyebut, keterbatasan tersebut mendorong pemerintah desa bersama masyarakat mengajukan permohonan bantuan air bersih untuk mencukupi kebutuhan harian warga. Dalam proposal itu, kebutuhan air bersih diperkirakan mencapai sekitar 15 tangki.
“Air bersih ini akan digunakan untuk keperluan sehari-hari masyarakat. Kami sangat berharap bantuan ini dapat dikabulkan,” tulisnya.
Menindaklanjuti permohonan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mulai menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Bagendang Permai. Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan lima unit water tanki ke lokasi, Kamis (29/1/2026).
“Telah diluncurkan lima unit water tanki dengan total kapasitas 22 ribu liter untuk Desa Bagendang Permai,” ujarnya.
Menurutnya, pendistribusian air bersih ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang belum terjangkau layanan air bersih permanen. (mif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana