Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Dari Infrastruktur hingga Ekonomi, Usulan Warga Mengemuka di Musrenbang Baamang

Agus Pramono • Rabu, 4 Februari 2026 | 16:20 WIB
Musrenbang RKPD Baamang, warga usulkan infrastruktur hingga drainase.DOK
Musrenbang RKPD Baamang, warga usulkan infrastruktur hingga drainase.DOK

 

SAMPIT – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang digelar di Kecamatan Baamang pada Rabu (4/2/2026) menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan langsung kebutuhan pembangunan untuk tahun 2027.

Berbagai usulan mengemuka, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perhubungan, hingga sektor ekonomi seperti perikanan, perkebunan, dan peternakan.

Penjabat (Pj) Sekda Kotim, Umar Kaderi, menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan usulan agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, jika aspirasi tidak disampaikan sejak awal, maka otomatis tidak akan masuk dalam program pembangunan tahun berikutnya.

“Kalau tidak diusulkan, itu akan berdampak langsung ke kegiatan tahun 2027. Karena itu semua sektor harus tertampung, nanti disesuaikan dengan pagu anggaran yang ada. Harapannya, usulan-usulan masyarakat bisa diakomodir oleh pemerintah,” ujarnya.

Umar mengakui saat ini pemerintah daerah berada dalam situasi efisiensi anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat pembangunan berhenti. Ia menekankan perlunya inovasi dari kecamatan dan OPD agar pembangunan tetap berjalan.

“Kita jangan sampai karena efisiensi anggaran, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Harus ada inovasi. Salah satunya memanfaatkan sumber pendanaan lain yang sah, seperti CSR perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Camat Baamang, Sufiansyah, menyampaikan bahwa hasil musrenbang menunjukkan kebutuhan masyarakat cukup beragam.

Dari hasil pembahasan kelompok kerja (pokja), sektor ekonomi seperti perkebunan, perikanan, dan peternakan juga menjadi perhatian, namun infrastruktur (sapras) masih menjadi prioritas utama.

“Di Sapras yang paling banyak diusulkan, terutama Desa Tinduk, karena akses jalannya belum tembus aspal. Itu jadi prioritas. Selain itu, masyarakat juga minta pemeliharaan drainase di Jalan Walter Condrat, Kenan Sandan, dan Muhran Ali,” jelasnya.

Ia menyebut, genangan air yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi dan pasang sungai menjadi masalah serius, terutama di wilayah Baamang Tengah seperti wilayah Masjid Al Kamal Jalan Hasan Mansyur dan Jalan Cristopel Mihing di depan Panti Asuhan Bahagia.

“Beberapa ruas jalan itu sering terendam. Ini jadi skala prioritas yang akan kami sampaikan,” katanya.

Terkait banyaknya aspirasi di tengah keterbatasan anggaran, Sufiansyah menyebut pihak kecamatan akan mendorong berbagai skema pembiayaan alternatif.

Selain mengandalkan APBD kabupaten, juga akan didorong ke provinsi dan pusat melalui dinas teknis.“Kalau tidak ter-cover APBD kabupaten, mudah-mudahan bisa lewat provinsi dan pusat. Di sisi lain, kelurahan juga punya dana kelurahan. Bahkan bisa juga swadaya masyarakat untuk pembangunan lingkungan,” ujarnya.

Setelah musrenbang selesai, tahapan berikutnya adalah rekapitulasi seluruh usulan.

Sufiansyah menyebut hasilnya akan segera dilaporkan ke bupati melalui Bapperida, baik dalam bentuk hard copy maupun soft copy, serta diinput ke sistem perencanaan daerah.

“Batas waktunya tujuh hari setelah penutupan. Semua usulan akan kami rekap, dilaporkan, dan diinput ke sistem informasi pembangunan daerah,” pungkasnya. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#APBD Kabupaten #drainase #csr perusahaan #pembangunan daerah #infrastruktur #Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) #Kecamatan Baamang #sektor ekonomi