Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Nuansa Imlek Mulai Terasa di Sampit, Pernak-Pernik Sudah Mulai Dijual

Agus Pramono • Selasa, 10 Februari 2026 | 15:45 WIB
Penjual pernak-pernik Imlek di Sampit.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Penjual pernak-pernik Imlek di Sampit.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

 

SAMPIT-Pernak-pernik Imlek mulai menghiasi kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sepekan jelang pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa itu, sejumlah pelaku usaha seperti restoran, hotel dan lain-lain mulai memasang hiasan yang didominasi warna merah.

Toko-toko itupun acapkali kebanjiran orderan ketika musim Imlek. Mulai dari pesanan kue keranjang, hingga angpao dan aksesoris lain mulai diburu.


Tahun ini, Imlek memasuki Tahun Kuda Api, simbol dari semangat, keberanian, dan energi yang tak terbendung. Dalam budaya Tionghoa, Kuda melambangkan: Kebebasan & kemandirian.

Namun, tahun ini nampaknya agak sedikit berbeda. Sebab, penjualan tak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Salah satunya terlihat di Toko Dupa Maju Jaya. Toko yang sudah 14 tahun menjual pernak pernik khas Tionghoa dan menjadi salah satu pusat penjualan perlengkapan Imlek.

Daya beli masih kurang

Gustiana, pemilik Toko Dupa Maju Jaya, mengakui bahwa penjualan pernak-pernik Imlek tahun ini mengalami penurunan cukup terasa dibandingkan tahun lalu. Ia menyebut, sejak awal Februari, suasana toko yang biasanya mulai ramai justru masih lengang.

“Tahun ini agak kurang dibanding tahun kemarin. Biasanya tanggal segini sudah ramai, tapi sekarang masih sepi-sepi saja, senyap. Terasa tertahan,” ujarnya saat ditemui di tokonya, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, biasanya lonjakan pembelian mulai terasa sekitar 15 hari menjelang Imlek. Namun, pola itu tidak terlihat tahun ini.

Tahun ini, Ia memperkirakan penurunan penjualan mencapai sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi itu juga berdampak pada jumlah stok barang yang didatangkan ke toko.

“Ada pengurangan juga untuk barang. Kita kurang-kurang stok, apalagi kemarin sempat ada isu jangan terlalu meriah karena bencana di daerah Sumatera. Jadi kita menahan barang,” jelasnya.

Meski begitu, tradisi persiapan Imlek tetap berjalan. Warga yang merayakan Imlek sudah mulai membersihkan rumah, altar dan memasang hiasan khas Imlek.

“Hari ini sudah mulai bersih-bersih. Ganti perhiasan, hiasan rumah, bersihkan altar. Itu tradisinya,” tuturnya.

Untuk stok barang, ia menyebut ada kombinasi antara barang lama dan barang baru. Pernak-pernik baru tetap tersedia, terutama yang berkaitan dengan shio tahun ini.

“Ada stok lama, ada juga yang baru. Kalau yang baru itu seperti pajangan kuda, sesuai dengan tahunnya,” katanya.

Meski penjualan menurun, sejumlah barang tetap menjadi primadona. Angpao masih menjadi produk paling dicari, disusul bunga dan gantungan hiasan.

“Paling banyak dicari itu angpao dan bunga. Hiasan gantungan juga lumayan laris,” katanya.

Harga angpao di tokonya bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga Rp15.000 per lembar.

Sementara pernak-pernik Imlek lainnya dibanderol mulai dari Rp5.000 hingga Rp300.000, tergantung jenis dan kualitas barang.

“Lampion yang bagus itu bisa sampai di atas Rp300 ribu. Tapi karena kondisi ekonomi sekarang, kami juga tidak berani datangkan barang yang terlalu mahal,” jelasnya.

Menariknya, menurut Gustiana, kondisi sepinya penjualan tidak hanya dirasakan di Sampit, tetapi juga terjadi di daerah lain.

“Seluruh Indonesia. Info dari anak saya di Jakarta, teman-temannya juga bilang sama. Lagi sepi juga,” ungkapnya.

Untuk segmen pembeli, ia menyebut pelanggan datang dari berbagai kalangan, baik individu maupun institusi.“Ada dari kantor, hotel, ada juga pembeli pribadi. Imbang saja,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Gustiana tetap menyimpan harapan sederhana menyambut Tahun Baru Imlek. Ia berharap dalat diberikan kesehatan di tahun depan.

“Harapan saya sih yang utama kesehatan. Itu paling penting,” tukasnya. (mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#angpao #imlek #Budaya Tionghoa #Kota sampit #penanggalan Tionghoa #kue keranjang #tahun baru imlek 2026 #Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) #tahun kuda api #tahun baru imlek #pernak-pernik imlek #angpao imlek #shio tahun ini #kondisi ekonomi #persiapan imlek