SAMPIT – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-127 Kodim 1015 Sampit resmi dibuka di Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (10/2/2026).
Pembukaan TMMD tersebut dihadiri unsur forkopimda dan diwakili langsung oleh Wakil Bupati Kotim, Irawati, yang memimpin upacara pembukaan mewakili Bupati Kotim.
TMMD ke-127 tahun ini dipusatkan di tiga desa, yakni Desa Tribuana, Desa Bukit Indah, dan Desa Batu Agung, yang merupakan wilayah dengan kategori tertinggal, terluar, dan terpencil (3T).
Program ini menyasar pembangunan infrastruktur desa sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program lintas sektor.
Wabup Kotim Irawati menyampaikan bahwa TMMD memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan yang dimulai dari desa, khususnya desa-desa tertinggal.
“TMMD ini sangat membantu bagaimana pembangunan bisa terlaksana dengan baik, karena dimulai dari desa, khususnya desa tertinggal,” ujar Irawati.
Menurutnya, manfaat TMMD tidak hanya dirasakan dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial.
Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program kesehatan, pendidikan, pemberdayaan UMKM, hingga memperkuat kedekatan TNI dengan masyarakat, TNI-Polri, serta menjaga keamanan wilayah Kotim.
Irawati menegaskan, program ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pembangunan dari desa menuju kota.
“Ini sesuai dengan komitmen Bapak Bupati, pembangunan dimulai dari desa ke kota. Karena itu TMMD ini dilaksanakan di wilayah Dapil 5, dan ini menjadi yang pertama kali di wilayah ini,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 1015 Sampit, Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, menjelaskan bahwa TMMD ke-127 mencakup sasaran fisik dan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Untuk sasaran fisik, TMMD meliputi penimbunan jalan di tiga desa, yakni Desa Batu Agung sepanjang 230 meter, Desa Bukit Indah sepanjang 240 meter, serta jalan penghubung Bukit Indah–Tribuana sepanjang 1,7 kilometer.
Selain itu juga dilakukan pembangunan siring/drainase sepanjang 325 meter, jembatan kayu di dua titik di Desa Bukit Indah, serta perbaikan akses infrastruktur desa lainnya.
“Selain sasaran fisik, ada juga sasaran tambahan berupa program unggulan, seperti pembuatan lima unit sumur bor, lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), lima unit MCK, pembuatan tempat wudhu musala, perbaikan gereja, ketahanan pangan melalui kolam lele dua unit, pemberian 1.000 bibit, penanaman 100 pohon sayur, serta penghijauan dengan 100 bibit pohon keras,” jelasnya.
Program sosial juga menjadi bagian dari TMMD, mulai dari penurunan angka stunting, pembersihan fasilitas umum, normalisasi sungai, hingga kegiatan nonfisik seperti bakti sosial, pembagian sembako, pelayanan pengobatan gratis, sunat massal, pelatihan UMKM, imunisasi, serta pelayanan keluarga berencana.
“Semua sasaran ini bertujuan membantu masyarakat desa dalam pembangunan infrastruktur, meningkatkan perekonomian, membantu kesulitan rakyat, termasuk dampak bencana, serta meningkatkan wawasan dan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Terkait pemilihan lokasi TMMD di Telaga Antang, ia menjelaskan bahwa penentuan sasaran dilakukan melalui mekanisme bottom up, mulai dari musyawarah desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Ini berdasarkan aspirasi masyarakat melalui musrenbangdes sampai tingkat kabupaten. Diprioritaskan wilayah terluar, terpencil, dan rawan dampak bencana. Tiga desa ini aksesnya jauh dari Sampit dan rawan terdampak bencana, sehingga dipilih sebagai lokasi TMMD,” jelasnya.
Melalui TMMD ke-127, TNI bersama pemerintah daerah berharap pembangunan desa dapat berjalan lebih cepat, merata, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan terpencil di Kabupaten Kotim. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana