Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kotim Resmi Atur Pola Pembelajaran Ramadan 2026, Sekolah Wajib Ikuti Edaran

Agus Pramono • Kamis, 12 Februari 2026 | 18:00 WIB
Kegiatan belajar mengajar di sekolah selama Ramadan akan diatur.MIFTAHKALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Kegiatan belajar mengajar di sekolah selama Ramadan akan diatur.MIFTAHKALTENGPOS.JAWAPOS.COM

 

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi menerbitkan Surat Edaran Bupati Kotim Nomor 421/119/Disdik-1/2026 tentang pengelolaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Edaran tersebut menjadi pedoman seluruh satuan pendidikan dalam mengatur proses belajar mengajar selama bulan suci.

Surat edaran yang ditetapkan di Sampit Rabu (11/2/2026) kemaren dan ditandatangani Bupati Kotim, Halikinnor, itu mengatur secara rinci tahapan pembelajaran, mulai dari sistem belajar mandiri, penyesuaian jam sekolah, hingga jadwal libur Idulfitri.

Dalam edaran tersebut, pada 18–20 Februari 2026, peserta didik melaksanakan pembelajaran secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah, dengan pendampingan orang tua atau wali.

“Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah dengan didampingi, dibimbing dan dipantau oleh orang tua/wali peserta didik,” isi surat itu.

Selanjutnya, pada 21 Februari–13 Maret 2026 bagi sekolah enam hari belajar dan 23 Februari–13 Maret 2026 bagi sekolah lima hari belajar, kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan di sekolah dengan sejumlah penyesuaian. Jam belajar dimulai pukul 07.00 WIB, tanpa apel pagi dan tanpa kegiatan fisik seperti olahraga.

“Dimulai pada pukul 07.00 WIB, meniadakan apel pagi dan kegiatan yang bersifat fisik seperti olahraga,” bunyi salah satu poin edaran.

Untuk peserta didik Muslim, sekolah diwajibkan menambah kegiatan keagamaan yang bersifat pembinaan karakter.

Sementara itu, peserta didik non-Muslim dianjurkan mengikuti kegiatan bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Selain itu, setiap jam pelajaran selama Ramadhan dikurangi 10 menit.

Pemkab Kotim juga menetapkan 16–27 Maret 2026 sebagai libur bersama Idulfitri bagi seluruh sekolah.

“Selama libur Idul Fitri, peserta didik diharapkan melaksanakan silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan,” tulis edaran tersebut.

Kegiatan belajar mengajar kembali normal pada 28 Maret 2026 bagi sekolah enam hari belajar dan 30 Maret 2026 bagi sekolah lima hari belajar.

Dalam surat edaran itu juga ditegaskan bahwa akan dilakukan penyesuaian jadwal apabila terbit surat edaran lanjutan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pengaturan pembelajaran Ramadan. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#libur idulfitri #Kegiatan Pembelajaran #Pembinaan karakter #Ramadan 1447 Hijriah #Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) #lingkungan keluarga #libur Idulfitri 2026 #Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah