Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Elpiji Subsidi di Sampit Langka, Warga Menjerit, Gara-gara Harga Eceran Tembus Rp45 Ribu

Agus Pramono • Senin, 23 Februari 2026 | 13:20 WIB

Antre elpiji subsidi.DOK AGUS PRAMONO/KALTENG POS
Antre elpiji subsidi.DOK AGUS PRAMONO/KALTENG POS

SAMPIT-Awal bulan Ramadan ini, warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir.

Dari pantauan, sejumlah pangkalan kios hingga penjual eceran, stok gas melon itu kosong. Siti Rahma (38), warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mengaku sudah berkeliling ke beberapa pangkalan, namun tidak berhasil mendapatkan tabung gas melon.

“Sudah keliling saya cari, tapi selalu dibilang habis. Kalau pun ada di eceran, harganya jauh lebih mahal,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Hal serupa disampaikan Ardi (45), pedagang gorengan di kawasan Baamang. Ia mengatakan kelangkaan elpiji 3 kg sangat berdampak pada usahanya. Terpaksa, ia mengurangi produksi karena stok gas yang terbatas.

“Biasanya saya pakai dua tabung sehari. Sekarang satu tabung saja susah dapatnya. Mau tidak mau jualan dikurangi,” ujarnya.

Menurut warga, selain sulit ditemukan, harga di tingkat pengecer juga melonjak. Di salah satu titik, harga gas melon mencapai Rp45 ribu. Stok itupun langsung ludes diserbu warga.

“Kemarin ada yang jual. Harganya Rp45 ribu dan langsung habis,” bebernya.

Sejumlah warga mengaitkan kelangkaan LPG ini dengan penyegelan Unit Filling Menchine (UFM) di SPBE PSO PT Naga Jaya Makmur beberapa waktu lalu. Namun, informasi itu masih belum dapat dipastikan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kotim, Irawati, menyampaikan bahwa dirinya belum melakukan pemantauan langsung terkait kondisi kelangkaan di lapangan.

“Saya belum monitor, tapi kalau info yang didapat, itu adanya kerusakan satu alat, terus satu lagi kan disegel oleh Polda, dan tidak bisa pengisian, sehingga pengisian tentunya terganggu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terganggunya proses pengisian berdampak pada distribusi LPG 3 kilogram ke sejumlah agen. Pasalnya, fasilitas pengisian yang paling dekat hanya SPBE yang berada di wilayah Pelangsian itu.

“Karena yang dekat kan cuma di sini aja, Pelangsian itu. Jadi akhirnya ada yang mengisi ke Pangkalan Bun, agen-agen itu ada yang mengisi ke Pangkalan Bun. Jadi di situlah kelangkaannya. Jadi pengisian yang terganggu,” imbuhnya.(mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#distribusi lpg #kelangkaan lpg #PT Naga Jaya Makmur #pangkalan bun #pelangsian #Kelangkaan Elpiji 3 Kg #wakil bupati kotim irawati #Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) #elpiji 3 kilogram #gas melon #spbe