Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sekolah Rakyat Terpadu 55 Kotim Siap Tambah Kuota, Targetkan 1.080 Siswa Pada Tahun Ajaran Baru 2026

Agus Pramono • Selasa, 3 Maret 2026 | 16:40 WIB

Aktivitas Sekolah Rakyat di Kotim. MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Aktivitas Sekolah Rakyat di Kotim. MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

SAMPIT – Program pendidikan gratis bagi keluarga kurang mampu melalui Sekolah Rakyat Terpadu 55 Kotawaringin Timur terus berkembang. Setelah mulai beroperasi sejak 30 September 2025 di gedung Islamic Center Sampit, sekolah ini bersiap meningkatkan kapasitas peserta didik secara signifikan pada tahun 2026.

Saat ini, jumlah siswa yang telah belajar mencapai 100 orang, terdiri dari 50 siswa tingkat SD dan 50 siswa tingkat SMA.

Penetapan peserta didik tersebut dilakukan berdasarkan keputusan Bupati Kotim.

Kepala Sekolah Nikkon Bhastari mengungkapkan, pada 2026 kuota akan bertambah drastis hingga 1.080 siswa. Rinciannya, 540 siswa untuk jenjang SD, 270 siswa SMP, dan 270 siswa SMA.

“Untuk tahun 2026, total kuota Sekolah Rakyat di Kotim mencapai 1.080 siswa. Rinciannya 540 siswa SD, 270 siswa SMP, dan 270 siswa SMA,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, mekanisme penjaringan calon peserta didik tidak dilakukan secara mandiri oleh pihak sekolah. Proses seleksi melibatkan tim Program Keluarga Harapan (PKH) serta kementerian terkait yang melakukan verifikasi dan penilaian kelayakan.

“Tim PKH dan tim dari kementerian yang melakukan penilaian. Kami hanya melaksanakan tugas. Kalau ada masyarakat yang datang, kami tampung dulu datanya seperti kartu keluarga dan nomor telepon, nanti akan ditinjau,” jelas Nikkon.

Prioritas utama diberikan kepada keluarga dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial. Namun demikian, masyarakat yang merasa memenuhi kriteria tetap diperkenankan menyerahkan berkas untuk diverifikasi.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Katingan Dimulai Desember 2025 dan Rampung Agustus 2026

Validasi data dilakukan melalui sistem Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta basis data di dinas sosial.

Jika dinyatakan layak, calon siswa akan dimasukkan dalam sistem penerima manfaat.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan.

Dari tahap awal yang hanya menampung 100 siswa pada 2025, kini kapasitas ditingkatkan seiring pengembangan program secara nasional.

Minat masyarakat terhadap program ini disebut cukup tinggi. Untuk jenjang SMP, jumlah pendaftar telah melampaui dua rombongan belajar meski masih dalam tahap pendataan. Sementara pada jenjang SD, sekolah optimistis dapat membuka hingga enam rombongan belajar.

“Kalau melihat data desil yang ada, kemungkinan target sekitar 1.000 peserta didik bisa tercapai. Tapi tetap harus diverifikasi, karena ada ketentuan seperti penghasilan orang tua yang menjadi salah satu indikator kelayakan,” katanya.

Ia menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat bertujuan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

Dalam praktiknya, tim juga menemukan kasus anak yatim atau anak angkat yang secara administratif belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi riil, sehingga membutuhkan peninjauan khusus. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#Desil 1 #program keluarga harapan (pkh) #kelompok rentan #pendidikan gratis #program sekolah rakyat #Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional #penerima manfaat #akses pendidikan #kotawaringin timur #Sekolah Rakyat