Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit Perketat Pengawasan Kesehatan Pemudik di Pelabuhan dan Bandara

Agus Pramono • Selasa, 17 Maret 2026 | 16:00 WIB

Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Sampit memeriksa penumpang kapal. MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Sampit memeriksa penumpang kapal. MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

 

SAMPIT – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Sampit memperkuat pengawasan kesehatan di sejumlah pintu masuk wilayah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit menular di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kepala BKK Kelas II Sampit dr I Gusti Ayu Agung Darmawati mengatakan, pengawasan kesehatan merupakan tugas utama lembaganya, terutama di area pelabuhan dan bandara yang menjadi jalur keluar masuk penumpang.

“Memang tugas kami adalah melakukan pencegahan penyakit di pintu masuk wilayah, baik di pelabuhan maupun di bandara,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan di Pelabuhan Sampit. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah wilayah kerja lainnya selama masa angkutan mudik Lebaran.

“Selain di Pelabuhan Sampit, kegiatan juga dilakukan di Bandara H Asan Sampit, Pelabuhan Kumai, serta Bandara Iskandar di Pangkalan Bun. Ini bagian dari pengawasan khusus selama arus mudik,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, BKK membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penumpang maupun masyarakat yang berada di sekitar area pelabuhan. Pemeriksaan meliputi berbagai indikator kesehatan dasar.

“Pemeriksaan yang kami lakukan seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, berat badan hingga lingkar perut,” katanya.

Ia menyebutkan, dalam setiap kegiatan pemeriksaan kesehatan biasanya ditargetkan sekitar 50 orang. Dari hasil sementara, beberapa penumpang diketahui memiliki tekanan darah dan kadar kolesterol yang cukup tinggi.

Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas medis juga memberikan rekomendasi hingga obat secara cuma-cuma.

“Kalau dari hasil pemeriksaan ada yang membutuhkan obat, dokter kami biasanya langsung memberikan secara gratis,” tambahnya.

Selain membuka layanan cek kesehatan, sebagian petugas juga ditempatkan di pintu embarkasi untuk melakukan pengawasan penumpang. Satu unit ambulans juga disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat.

“Kami bagi tugas, ada yang melayani pemeriksaan kesehatan gratis dan ada yang berjaga di pintu embarkasi. Ambulans juga kami siagakan jika diperlukan,” jelasnya.

Ia mengingatkan para pemudik agar tetap menjaga kondisi tubuh selama perjalanan, terutama karena sebagian masyarakat menjalani perjalanan jauh sambil berpuasa.

“Kami mengimbau pemudik untuk menjaga kesehatan, menggunakan masker, serta rajin mencuci tangan,” katanya.

Menurutnya, kerumunan penumpang selama perjalanan berpotensi menjadi media penularan penyakit, sehingga kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.

“Dalam perjalanan biasanya terjadi kerumunan, sehingga potensi penularan penyakit bisa saja terjadi. Karena itu penting untuk tetap menjaga kesehatan,” pungkasnya.(mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#Pengawasan Kesehatan Hewan Ternak Diintensifkan #pemeriksaan kesehatan #pelabuhan kumai #Balai Kekarantinaan Kesehatan #Pelabuhan Sampit #penyakit menular #puncak arus mudik #tekanan darah