SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menghadapi kekurangan tenaga aparatur sipil negara (ASN) dalam jumlah cukup besar. Berdasarkan perhitungan kebutuhan jabatan dan analisis beban kerja, daerah ini masih membutuhkan ribuan pegawai tambahan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim, Kamaruddin Makalepu, mengungkapkan bahwa kebutuhan ideal ASN di Kotim mencapai sekitar 13 ribu orang. Sementara jumlah yang tersedia saat ini baru sekitar 9 ribu lebih.
Baca Juga: Di tengah Pemangkasan Anggaran, Pemkab Kotim Resmi Mengangkat 212 Orang Jadi PNS Awal April 2026
“Kalau dihitung, kebutuhan kita sekitar 13 ribu ASN, sedangkan yang tersedia sekitar 9 ribu lebih. Artinya masih ada kekurangan yang cukup signifikan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Meski demikian, pengajuan formasi baru tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pemerintah daerah harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan, khususnya terkait batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen.
“Kita tidak bisa langsung mengusulkan semua kebutuhan karena harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah sesuai ketentuan,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, Pemkab Kotim telah mengusulkan sekitar 300 lebih formasi ASN kepada pemerintah pusat. Namun jumlah tersebut masih menunggu persetujuan.
Baca Juga: Ratusan PNS Kotim Purna Tugas Pada Tahun 2026, Bupati Kotim Minta Formasi CPNS Ditambah
“Kita usulkan kurang lebih 365 formasi, tapi itu masih menunggu keputusan pusat apakah disetujui seluruhnya atau tidak,” katanya.
Prioritas utama dalam usulan tersebut adalah tenaga pelayanan dasar seperti guru dan tenaga kesehatan, termasuk kebutuhan mendesak dokter spesialis di rumah sakit daerah.
Baca Juga: Pemko Palangka Raya Beberkan Kabar Penerimaan CPNS Tahun 2026, Berikut Perkembangannya
“Tenaga kesehatan dan guru menjadi prioritas, termasuk dokter spesialis yang saat ini masih sangat kurang,” imbuhnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana