Ribuan Pelajar di Kotim Ikuti TKA 2026, Kadisdik Kotim: Jargon Jujur dan Gembira

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 16:30 WIB
Pelajar dari jenjang SD hingga SMP ikuti TKA.DISDIK
Pelajar dari jenjang SD hingga SMP ikuti TKA.DISDIK

 

SAMPIT – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi digelar secara bertahap mulai April ini. 

Ujian terstandar tersebut diikuti ribuan pelajar dari jenjang SD hingga SMP sebagai bagian dari upaya memotret capaian akademik berdasarkan standar nasional pendidikan.

Baca Juga: 1.755 Pelajar SMP Barito Selatan Ikuti TKA, Tes Dibagi Menjadi 4 Gelombang

Kegiatan ini dilaksanakan mengacu pada Surat Edaran Bupati Kotim Nomor 400.3.1/236/DISDIK-1/2026, yang menjadi pedoman teknis bagi seluruh satuan pendidikan dalam menyelenggarakan TKA secara terstruktur dan terjadwal.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengungkapkan bahwa jumlah peserta TKA tahun ini cukup besar. Total lebih dari tujuh ribu siswa ikut serta. 

“Untuk jenjang SMP, peserta kelas 9 berjumlah 6.182 orang dari 114 satuan pendidikan. Sementara untuk SD, peserta kelas 6 mencapai 7.775 orang dari 369 satuan pendidikan,” ujarnya kepada Kaltengpos.jawapos.com, Selasa (7/4/2026). 

Baca Juga: Anda Wajib Tahu soal TKA 2026, Jutaan Pelajar Siap Ikuti Ujian, Simulasi Sudah Dimulai, Berikut Caranya

Pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP dibagi dalam empat gelombang, yakni 6 sampai 7 April untuk gelombang 1, 8 sampai 9 April untuk gelombang 2, 13 sampai 14 April untuk gelombang 3, dan 15 sampai 16 April untuk gelombang 4, serta satu gelombang khusus Paket B pada 11 sampai 12 April.

Sementara itu, jenjang SD juga dilaksanakan dalam empat gelombang, yakni 20 sampai 21 April untuk gelombang 1, 22 sampai 23 April untuk gelombang 2, 27 sampai 28 April untuk gelombang 3 dan 29 sampai 30 April untuk gelombang 4, serta gelombang khusus Paket A pada 25 sampai 26 April. Adapun peserta yang berhalangan akan mengikuti TKA susulan pada 11 hingga 19 Mei 2026.

Selama pelaksanaan tes, kegiatan belajar mengajar untuk kelas di bawahnya dialihkan melalui skema Belajar Dari Rumah (BDR) agar pelaksanaan ujian berjalan lebih kondusif.

Baca Juga: SNBP 2026; Peringatan Keras soal Nilai TKA: Nilai Wajib Lengkap, Satu Mapel Kosong Bisa Gugur

Yolanda menegaskan bahwa TKA tidak sekadar menjadi ajang evaluasi, tetapi juga instrumen penting untuk melihat gambaran utuh kemampuan siswa.

“Harapannya pelaksanaan TKA tahun 2026 dilaksanakan secara objektif, transparan dan akuntabel dengan jargon jujur dan gembira,” katanya.

Ia menambahkan, melalui pelaksanaan TKA, pemerintah daerah ingin memperoleh data yang lebih komprehensif mengenai kemampuan peserta didik, baik dari sisi akademik maupun karakter.

“TKA berfungsi sebagai instrumen untuk memotret kemampuan akademik siswa, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi, dengan harapan melalui TKA kita dapat memperoleh profil kemampuan murid yang lebih komprehensif baik dari sisi akademik maupun karakter,” pungkasnya. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
Tes Kemampuan Akademik (TKA) kemampuan akademik belajar dari rumah dinas pendidikan