Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kotim Siaga Karhutla, Bupati Halikinnor Minta Semua Perangkat Daerah Siapkan Anggaran dan Personel

Miftahul Ilma • Selasa, 21 April 2026 | 15:00 WIB
Kebakaran di Kotim.Dok Kalteng Pos
Kebakaran di Kotim.Dok Kalteng Pos
 
SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mematangkan kesiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi kemarau panjang tahun ini.
 
Bupati Kotim, Halikinnor, menyebut kondisi kemarau diperkirakan lebih ekstrem dibanding tahun-tahun sebelumnya sehingga perlu langkah antisipasi sejak dini.
 
Baca Juga: 7000 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Antisipasi dan Menanggulangi Karhutla 2026
 
Ia menjelaskan durasi kemarau tahun ini diperkirakan jauh lebih lama dari biasanya.
 
“Biasanya kemarau hanya satu sampai dua bulan, tapi sekarang bisa berlangsung empat sampai enam bulan,” katanya, usai rapat ancaman karhutla dan kekeringan, Selasa (21/4/2026). 
 
Menurutnya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta segera menyusun rencana aksi, termasuk kebutuhan anggaran dan kesiapan personel.
 
Baca Juga: BMKG Sampit Beberkan soal Potensi Rentang Waktu Musim Kemarau di Kotim Tahun 2026
 
“Semua OPD diminta membuat rencana aksi, termasuk menghitung kebutuhan anggaran, supaya saat menghadapi kondisi itu kita sudah siap dengan kemampuan yang ada,” tegasnya.
 
Halikinnor juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
 
Ia mengimbau masyarakat untuk turut aktif mencegah kebakaran sejak dini, terutama di wilayah rawan.
 
Baca Juga: Kabupaten Kotim Resmi Tetapkan Status Siaga Karhutla dan Kekeringan Hingga Oktober 2026
 
“Kalau menemukan api kecil, segera dibantu dipadamkan, jangan sampai membesar karena akan sulit dikendalikan,” katanya.
 
Menurutnya, karakter lahan gambut di Kotim membuat kebakaran lebih sulit ditangani.
 
“Daerah kita ini gambut, kalau sudah terbakar sangat sulit dipadamkan, apalagi dengan keterbatasan personel dan peralatan, serta lokasi yang jauh,” jelasnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana
#kemarau panjang #kebakaran #karhutla #lahan gambut