Sopir Truk Buka Suara soal Penghapusan Solar dan Diberlakukannya Bahan Bakar B50
Miftahul Ilma• Rabu, 22 April 2026 | 15:00 WIB
Sopir truk di Sampit berharap kualitas B50 bagus.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
SAMPIT – Kebijakan penggunaan biodiesel B50 mendapat tanggapan dari para sopir truk di lapangan. Mereka pada prinsipnya mendukung program pemerintah, namun menekankan pentingnya kualitas bahan bakar dan kelancaran distribusi.
Sopir truk, Wahim di Kota Sampit, menyebut para pengemudi tidak mempermasalahkan perubahan jenis bahan bakar selama tidak berdampak pada aktivitas kerja sehari-hari.
Ia menegaskan, yang paling penting bagi sopir adalah jaminan keamanan bahan bakar terhadap kendaraan yang digunakan setiap hari.
“Kalau soal B50, kami di lapangan sebenarnya ikut saja kebijakan pemerintah. Yang penting BBM itu aman buat mesin dan tidak bikin sering masuk bengkel,” ujarnya saat ditemui Kaltengpos.jawapos.com, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, kualitas bahan bakar harus benar-benar dijaga agar tidak menimbulkan masalah teknis di kemudian hari. Sebab, kendaraan operasional menjadi sumber utama penghasilan para sopir.
Ia menilai, ketidakstabilan kualitas BBM berpotensi merugikan sopir jika berdampak pada kendaraan.
“Yang jadi perhatian juga, kalau kualitas BBM tidak stabil, mesin bisa lebih cepat bermasalah. Kami ini kerja pakai kendaraan tiap hari,” kata pria asal pulau Jawa itu.