Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kecamatan Pulau Hanaut Waspada Kekeringan, Air Tanah Dinilai Tak Layak Konsumsi

Miftahul Ilma • Selasa, 28 April 2026 | 16:30 WIB
Gerbang masuk Pulau Hanaut. Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Gerbang masuk Pulau Hanaut. Miftah/kaltengpos.jawapos.com
 
 
SAMPIT – Selain kebakaran hutan dan lahan, ancaman kekeringan juga mulai menghantui sejumlah wilayah di Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi ini bahkan dinilai lebih mengkhawatirkan di daerah tertentu yang memiliki keterbatasan sumber air bersih.
 
Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Kecamatan Pulau Hanaut, yang dinilai memiliki kondisi air tanah yang kurang layak untuk kebutuhan masyarakat.
 
Baca Juga: Kecamatan Teluk Sampit Jadi Wilayah Berisiko Tinggi Terjadi Karhutla
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengungkapkan hasil pemetaan menunjukkan mayoritas air bawah tanah di wilayah tersebut tidak layak dikonsumsi.
 
“Pulau Hanaut ini cukup rawan. Dari hasil mapping, air bawah tanahnya rata-rata tidak layak konsumsi,” ungkapnya, Selasa (28/4/2026). 
 
Pihaknya berharap masyarakat bisa mengandalkan sumber air dari kawasan hutan yang ditampung melalui sekat-sekat air.
 
“Kita berharap air dari dalam hutan itu bisa dimanfaatkan. Tapi ini perlu pengelolaan agar cukup saat kemarau,” katanya.
 
BPBD juga akan berkoordinasi dengan wilayah lain untuk memetakan kebutuhan dan kesiapan anggaran dalam menghadapi ancaman kekeringan.
 
“Kami juga melihat dari sisi pembiayaan di masing-masing kecamatan agar penanganannya lebih terencana,” jelasnya.
 
Kondisi ini menjadi perhatian karena kekeringan berpotensi memperparah risiko karhutla di musim kemarau. 
 
BPBD menegaskan, penanganan bencana ke depan akan dilakukan secara berjenjang, dimulai dari desa, kecamatan, hingga kabupaten agar respons lebih cepat dan terkoordinasi.
 
“Kami ingin semua bergerak dari bawah dulu. Desa dan kecamatan harus siap, baru kita perkuat di tingkat kabupaten,” imbuhnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana
#air tidak layak konsumsi #Pulau Hanaut #kebakaran hutan dan lahan #musim kemarau #kekeringan