Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Warga Sampit Diminta Tak Tergiur Beras Murah Usai Kasus Beras Berisi Pasir Heboh

Miftahul Ilma • Selasa, 9 Juni 2026 | 10:30 WIB
Plt Kepala DKUMMPP Kotim, Muslih 
Plt Kepala DKUMMPP Kotim, Muslih 

SAMPIT –Kasus penipuan beras berisi pasir beberapa hari lalu cukup menghebohkan masyarakat Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kasus itu dialami Jamilah, seorang penjual nasi kuning di Kecamatan Baamang.

Akhir pekan tadi, ia tertipu beras seberat 30 kilogram dengan kerugian Rp420 ribu. Alih-alih beras berkualitas bagus, karung itu sebagian besar berisi pasir. Kasus itu pun menyita perhatian Pemerintah Kabupaten Kotim.

Baca Juga: Modus Beras Murah Berujung Tipu-tipu, Penjual Nasi di Sampit Malah Dapat Karung Penuh Pasir

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMMPP) Kotim, Muslih, meminta masyarakat agar tidak sembarangan membeli beras. Terlebih terhadap tawaran dengan dalih harga murah.

“Kami berharap kepada masyarakat untuk membeli beras itu jangan tergiur harga murah. Datanglah ke toko-toko resmi yang memang menjual berasnya, dilihat barangnya, kemudian harganya, kemudian baru dibeli,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Ia menyebut pihaknya akan berupaya menangani kasus tersebut. Pasalnya, modus itu tak hanya satu kali terjadi. Objeknya pun beragam, mulai dari beras, minyak, hingga gas LPG.

Baca Juga: Aksi Penipuan Modus Beras Palsu di Sampit Tak Hanya Sekali, Jamilah Bukan Korban Satu-satunya

“Nanti kami minta informasi tempatnya dan kita akan mencoba bertemu dengan korban. Ini akan kita coba tindak lanjuti. Kalau tahu pelakunya, segera kita proses,” bebernya.

Ia juga mengimbau kepada korban untuk melaporkan kejadian itu kepada polisi. Dalam penanganan ini, Muslih menyebut pihaknya juga akan menggandeng kepolisian.

“Kita berharap nanti korban ini melaporkan. Sehingga kalau ini bisa dilaporkan maka proses penindakannya akan lebih cepat,” imbuhnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#Gas LPG #penipuan #kotim #beras