SAMPIT – Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 55 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus dikebut. Fasilitas pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli mendatang.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Wengga Metro Politan, Kecamatan Baamang, tersebut berdiri di atas lahan seluas 6,7 hektare. Saat ini, sejumlah bangunan utama telah memasuki tahap penyelesaian.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan langsung pada Senin (22/6/2026), progres pembangunan berjalan cukup cepat. Bahkan, aktivitas pengerjaan dilakukan hingga malam hari dengan sistem kerja bergantian untuk mengejar target penyelesaian.
“Saya terkesan sekali karena saat meninjau progresnya cepat. Tadi laporan dari general manager, pekerja di sini bekerja siang malam dengan sistem shift,” ujarnya.
Menurut Halikinnor, hingga saat ini belum terdapat kendala besar yang menghambat proses pembangunan. Ia optimistis fasilitas tersebut dapat segera digunakan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Realisasinya cukup cepat dan tidak ada kendala signifikan yang menghambat pembangunan ini,” katanya.
Sekolah Rakyat Terpadu merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat yang hadir di Kotim. Berbeda dengan sekolah umum, fasilitas ini dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga menyediakan kebutuhan dasar peserta didik.
Halikinnor menyebut keberadaan sekolah tersebut menjadi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya.
“Kita bersyukur daerah kita ditunjuk sebagai salah satu penerima Sekolah Rakyat. Fasilitasnya luar biasa, ruang kelasnya sangat bagus dan dilengkapi fasilitas lainnya,” ucapnya.
Nantinya, para siswa tidak hanya mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga tinggal di asrama yang telah disediakan. Pemerintah akan menanggung kebutuhan peserta didik, mulai dari tempat tinggal hingga konsumsi selama mengikuti pendidikan.
“Tidak ada lagi alasan anak-anak di Kotim tidak sekolah karena tidak mampu. Di sini mereka ditampung, bahkan biaya sepenuhnya ditanggung sampai selesai,” bebernya.
Selain kesiapan bangunan, pemerintah daerah juga akan memastikan akses menuju sekolah dapat mendukung aktivitas pendidikan. Salah satunya dengan melakukan pengecekan kondisi jalan masuk dari arah lingkar utara.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, pemerintah optimistis Sekolah Rakyat Terpadu 55 dapat segera beroperasi dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kotim.
“Mudah-mudahan program ini berjalan lancar dan sangat bermanfaat untuk pembangunan SDM kita,” pungkasnya.
Saat ini, kegiatan pembelajaran dan aktivitas harian Sekolah Rakyat Terpadu 55 masih berlangsung di kawasan Islamic Center, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 3,3. Pemindahan seluruh aktivitas ke lokasi baru direncanakan dilakukan pada 14 Juli mendatang.(*)
Editor : Ayu Oktaviana