SAMPIT – Demam Piala Dunia tengah terjadi sekarang ini. Perhelatan akbar empat tahunan itu selalu jadi momentum pecinta sepak bola untuk mendukung tim favoritnya. Namun, Piala Dunia acap kali jadi wadah taruhan judi.
Terkait itu, Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim ), AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan praktik perjudian, baik secara daring maupun konvensional.
Baca Juga: Mau Nobar Piala Dunia 2026? Berikut Titik Nobar di Kalteng
Menurut Kapolres, kegiatan nonton bersama pertandingan sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial antarwarga, bukan menjadi ajang taruhan yang berpotensi melanggar hukum.
“Kita mengimbau, jadikanlah sarana menonton bola itu sebagai ajang silaturahmi, kemudian memperkuat persatuan dan kesatuan,” katanya, Rabu (24/6/2026).
Ia menegaskan, masyarakat diminta menjauhi segala bentuk perjudian yang berkaitan dengan pertandingan sepak bola.
Termasuk taruhan yang dilakukan melalui platform online maupun secara langsung di lingkungan masyarakat.
“Hindari bentuk judi, baik yang secara online, secara ada di tempat manual seperti itu. Tetap saya mengimbau untuk masyarakat tidak melakukan tindak pidana judi,” ujarnya.
Kapolres menyebut, jajaran kepolisian akan melakukan pemantauan terhadap berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang, termasuk lokasi yang menggelar acara nonton bersama pertandingan sepak bola.
“Sudah pasti seluruh kegiatan yang tentunya mengumpulkan orang banyak selalu dipantau, baik dari kita Polres sampai dengan tingkat Polsek,” jelasnya.
Menurutnya, pengawasan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama momen pertandingan berlangsung.
Ia juga mengingatkan bahwa praktik perjudian memiliki konsekuensi hukum. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, kepolisian akan melakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku.
“Sanksi sesuai dengan pidana yang berlaku,” imbuhnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana